Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengambilan Nomor Paslon Pilkada Kediri: Vinanda dan Deny Nomor 1, Fey dan Dhito Nomor 2

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 24 September 2024 | 17:27 WIB
SIAP BERKOMPETISI: Pasangan Fey-Regina dan Vinanda-Gus Qowim menunjukkan nomor urut mereka di pemilihan wali kota
SIAP BERKOMPETISI: Pasangan Fey-Regina dan Vinanda-Gus Qowim menunjukkan nomor urut mereka di pemilihan wali kota

KEDIRI, JP Radar Kediri - Genderang ‘perang’ dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) resmi dimulai. Ini setelah masing-masing dua pasang calon kepala daerah (cakada) di Kota dan Kabupaten Kediri mengikuti pengundian nomor urut kemarin.

Setelahnya, masing-masing kandidat dipastikan akan memasifkan penggalangan dukungan berbekal nomor yang jadi kunci di surat suara.

Pengundian nomor urut pasangan cakada di Kota Kediri dimulai lebih awal. Ratusan pendukung dari kubu Vinanda Prameswati dan Gus Qowimuddin Thoha (Vinanda-Gus Qowim) serta kubu Ferry Silviana Feronica-Regina Nadya Suwono (Fey-Regina) ikut datang langsung ke hall Grand Panglima.

Sebagian terpaksa menunggu di luar gedung karena ruangan tak cukup menampung para simpatisan.  

Tahap pengundian nomor urut dibagi dalam dua tahap. Yang pertama mengambil nomor antrean, dan tahap kedua mengambil nomor urut pasangan cakada.

Ketua KPU Kota Kediri Reza Cristian mengatakan, urutan pengambilan nomor antrean cakada dilakukan berdasar urutan pendaftaran masing-masing paslon.

“Nomor antrean terkecil mendapat kesempatan mengambil nomor urut terlebih dahulu,” ujar Reza.

Mendengar teknis pengambilan nomor antrean itu, Gus Qowim langsung maju ke depan untuk mengambil nomor antrean. Selanjutnya, disusul Regina yang mengambil setelah Gus Qowim.

Dari hasil pengambilan nomor antrean, Gus Qowim mendapat nomor antrean 10. Sedangkan Regina mendapat nomor antrean 2.

pasangan Dhito-Dewi dan Deny-Mudawamah menunjukkan nomor urut di pemilihan bupati
pasangan Dhito-Dewi dan Deny-Mudawamah menunjukkan nomor urut di pemilihan bupati

Sehingga, pasangan Fey-Regina mendapat kesempatan mengambil nomor urut pertama.

Dua perempuan yang kompak memakai baju putih-ungu itu langsung mengambil gulungan yang ada di sisi kanannya.

Selanjutnya, pasangan Vinanda dan Gus Qowim juga melakukan hal yang sama. Mereka mengambil gulungan berisi nomor urut pasangan cakada yang ada di depannya.

Diiringi riuh teriakan para pendukung, kedua pasangan membuka gulungan nomor urut secara bersamaan. Dari sana diketahui jika Vinanda-Gus Qowim mendapat nomor urut satu. Sedangkan Fey-Regina nomor urut 2.

Mendapat nomor urut 01, Vinanda-Gus Qowim menyambutnya dengan suka cita. Bagi mereka, angka satu memiliki makna yang mendalam. Yakni berarti kekuatan dan persatuan.

Karenanya, Vinanda mengajak warga Kota Kediri untuk Bersatu. Menyatukan kekuatan untuk mewujudkan Kota Kediri yang lebih MAPAN (tagline pasangan Vinanda-Gus Qowim, Red).

“Nomor urut yang kami ambil hari ini (nomor 01, Red) akan menjadi identitas dan penyemangat dalam kontestasi. Hari ini saya tekankan bahwa proses pilkada ditujukan untuk mewujudkan demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Gus Qowim menambahkan, angka satu menurutnya juga memiliki makna yang sangat besar. Yakni, semangat untuk mewujudkan keadilan dan kebersamaan. Satu untuk semua, semua untuk satu.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menyatukan tekad, niat, dan tujuan untuk menuju Kota Kediri yang lebih baik.

“Ini jelas tidak mungkin terwujud kalau kita tidak bersatu. Dan itulah filosofi ‘satu’,” bebernya.

Sementara itu, pasangan Fey-Regina juga menyambut gembira nomor urut dua yang didapat.

Bagi Fey, angka dua memiliki makna keseimbangan. Menurutnya, Fey-Regina merupakan pasangan yang siap mendengar aspirasi masyarakat.

“Nomor dua menunjukkan kerja sama dan menghargai perbedaan. Demi mencapai tujuan bersama, masyarakat Kota Kediri yang maju, unggul sumber daya manusianya, berkelanjutan dalam harmoni,” ujar Fey.

Regina menambahkan, di pemilu 2024 juga dimenangkan paslon presiden nomor urut 02. Dia pun yakin, kemenangan di Pilkada 2024 Kota Kediri juga akan diperoleh paslon nomor 02.

“Insya Allah kemenangan itu juga akan terjadi di Kota Kediri. Nomor 2 akan jadi pemenang,” terang Regina.

Baca Juga: Dukungan Terus Mengalir, Kini Giliran Seniman Kota Kediri Merapat ke Vinanda-Gus Qowim

Untuk diketahui, pengundian nomor urut juga digelar KPU Kabupaten Kediri tadi malam (23/9). Acara yang juga dihadiri ratusan pendukung dua pasangan calon bupati (cabup) itu digelar di Gedung Bagawanta Bhari di Jl Pamenang, Desa Sukorejo, Ngasem.

Masing-masing pasangan cabup membawa ratusan pendukung. Seperti saat pasangan cabup Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa yang datang pukul 18.51.

Memakai baju warna putih, keduanya diantar oleh ratusan pendukung dan partai politik (parpol) pengusung. Termasuk Eriani Annisa yang mendampingi langsung suaminya.

Saat pasangan ini memasuki gedung Bagawanta Bhari, teriakan yel-yel memenuhi seisi ruangan. Dhito dan Dewi menyambut dukungan tersebut dengan senyum dan lambaian tangan.

Selanjutnya, Deny Widyanarko-Mudawamah tiba pukul 19.10. Keduanya juga didampingi para pendukung dan parpol pengusung.

Sama-sama memakai atasan berwarna putih, Deny juga didampingi Ria Purbiati, istrinya.

Untuk diketahui, dalam pengundian nomor urut tadi malam, Dhito dan Dewi mendapat nomor urut dua. Sedangkan Deny-Mudawamah mendapat nomor urut satu.

Hasil itu langsung disambut suka cita ratusan pendukung yang berada di dalam gedung.

Dalam sambutannya, Deny mengaku senang mendapat nomor urut satu. Dia memaknai nomor urut satu sebagai simbol bersatu untuk memenangkan kontestasi pilkada.

“Mari satukan tekad dalam perubahan menjadi Kabupaten Kediri yang maju, kuat, bahkan hebat,” katanya berterima kasih karena program unggulannya jadi perbincangan publik.

Hal senada diungkapkan oleh Dhito. Dia juga mengaku senang mendapat nomor urut dua. Baginya itu merupakan simbol kemenangan.

“Dapat nomor urut dua artinya dua periode (menjadi Bupati Kediri, Red),” ungkapnya sembari menyebut nomor dua juga erat dengan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Baginya pemimpin harus adil dan memiliki adab yang baik.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Ferry Silviana Feronica #regina nadya suwono #pilkada #jawapos #Gus Qowim #Vinanda Prameswati