KEDIRI, JP Radar Kediri- Tak hanya di KPU Kota Kediri. Jajaran KPU Kabupaten Kediri juga harus bekerja keras. Terutama terkait penyusunan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP). Pasalnya, petugas menemukan banyak data pemilih yang ganda.
Hal ini diamini oleh Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Perencanaan Data dan Informasi Moh. Isnaini. Dia mengatakan bahwa penyusunan data sejatinya tidak ada masalah serius. Namun adanya data ganda tersebut membuat pihaknya harus ekstra teliti.
Tidak hanya itu, petugas juga harus merinci data pemilih. Pasalnya, potensi data ganda tidak sedikit. “Setiap hari kami selalu eksekusi data ganda. Karena setiap jam 00.00 data nasional di update dan data ganda akan muncul,” jelas Isnaini.
Menurutnya, ketika ada update data nasional data ganda bisa muncul. Antara satu sampai dua di masing-masing kecamatan. Kegandaan itu umumnya terjadi saat ada warga yang pindah ke luar daerah.
Baca Juga: Pilkada Semakin Dekat, KPU Kota Kediri Masih Masih PR Soal Data Ganda Pemilih
Kemudian yang bersangkutan ganti kartu tanda penduduk (KTP). Tapi, masih tercatat di database daerah asal. Alhasil, dia tercatat di dua daerah.
Untuk itu, pihaknya harus teliti dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait. Sehingga dapat meminimalisir adanya data ganda. “Jadi perlu komunikasi terus,” jelas Isnaini.
Sementara itu, pihaknya baru saja merampungkan pleno DPSHP tingkat desa. Lalu, akan dilanjut pleno tingkat kecamatan. Kemudian pada 14-21 September masuk tingkat kabupaten. Baru setelahnya ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).
Dia mengatakan, per kemarin jumlah DPSHP mencapai 1.257.231. Terdiri dari 631.690 pemilih laki-laki dan 625.541 pemilih perempuan. “Itu sudah termasuk yang di TPS lokasi khusus,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah