KEDIRI, JP Radar Kediri- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri masih punya pekerjaan rumah (PR) besar. Salah satunya menyelesaikan puluhan kegandaan data pemilih menjelang Pilkada 2024.
Hingga pekan kemarin, tercatat ada puluhan temuan kegandaan data di Kota Kediri. Rinciannya mulai dari antarkabupaten-kota, hingga dengan luar Provinsi Jawa Timur.
Temuan kegandaan data itu dibenarkan oleh Koordinator Divisi (Koordiv) Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Kediri Nia Sari. Perbaikan kegandaan data pemilih itu baru akan dilakukan setelah penetapan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) selesai di tingkat kelurahan.
“Saat direkap di tingkat kota, bisa jadi ada perbedaan jumlah. Karena kalau di tingkat kota kita melakukan analisis kegandaan dan data invalid,” kata Nia.
Baca Juga: Penjelasan KPU Kota Kediri yang Meminta Bakal Calon Kepala Daerah untuk Mengganti Foto
Proses yang juga disebut dengan ‘tabrak data’ itu kembali dilakukan karena adanya mobilisasi penduduk. Khususnya dari tempat pemungutan suara (TPS) lokasi khusus seperti lembaga pemasyarakatan (lapas).
“Mobilisasi penduduk yang membuat analisis kegandaan ini ada terus,” ucapnya.
Adapun hingga pekan kemarin, pihaknya mencatat ada sekitar 30 kegandaan pemilih antarkota-kabupaten. Sedangkan ganda dengan luar provinsi tercatat sebanyak 39 pemilih hingga Rabu (4/9). Dengan begitu, total ada 71 potensi data pemilih ganda di pekan lalu.
Dengan data jumlah penduduk yang juga terus bergerak, perubahan daftar pemilih pun masih akan terus berlangsung.
“Misalnya dari lapas keluar 50 orang. Otomatis 50 orang ini menjadi data ganda. Maka dari kita harus di TMS-kan (ditetapkan tidak memenuhi syarat di TPS lokasi khusus, red) dan otomatis kita minta 50 orang itu harus MS (memenuhi syarat, Red) di Kabupaten/kota,” urainya memberikan contoh.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah