KEDIRI, JP Radar Kediri - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri terus bersiap jelang pemilihan umum (pemilu) 14 Februari mendatang. Salah satunya dengan akan melakukan simulasi pemilihan di tingkat kecamatan.
“Simulasi tingkat kabupaten sudah. Nanti akan ada yang tingkat kecamatan,” terang Komisioner Divisi Teknik Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri Anwar Anshori.
Seperti diketahui sebelumnya, Rabu lalu (31/1), KPU melakukan simulasi pemilihan. Simulasi yang dilakukan di Gedung Bagawantha Bahri itu diikuti oleh 282 pemilih. Mereka adalah pemilih yang berasal dari TPS 014 Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Selain itu, Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) yang mengikuti simulasi itu juga petugas asli. Mereka juga berasal dari TPS yang sama dengan pemilih undangan.
“Kemarin itu simulasi tingkat kabupaten,” ungkap Anwar kepada koran ini.
Baca Juga: KPU Kota Kediri Pastikan Warga Binaan Bisa Nyoblos saat Pemilu 2024
Usai simulasi di tingkat kabupaten, KPU juga akan melakukan simulasi di tingkat kecamatan. Pesertanya adalah perwakilan petugas KPPS dari masing-masing TPS.
Banyak hal yang akan dilakukan dalam simulasi itu. Mulai dari proses pemilihan suara, penghitungan, hingga perekapan melalui aplikasi Sirekap.
Anwar pun berdalih simulasi tersebut dilakukan agar petugas tak kebingungan saat hari H. Karena menurutnya, jika hanya dengan teori, maka petugas tak akan paham sepenuhnya. Harus ada simulasi agar petugas KPPS mengalami secara langsung.
“Nantinya juga ada simulasi saat ada masalah. Seperti surat suara rusak, tidak sah, atau ada selisih saat perekapan,” ucapnya.
Lalu kapan simulasi dilakukan? Menanggapi pertanyaan itu, Anwar mengatakan jika simulasi tidak dilakukan secara serentak. Artinya tiap kecamatan dapat melakukan simulasi di waktu yang berbeda. Tentunya sebelum pemilu yang akan berlangsung pada 14 Februari mendatang.
“Dalam waktu dekat harus ada simulasi di tingkat kecamatan,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah