KOTA, JP Radar Kediri– Aksesibilitas Pemilu 2024 bagi semua kalangan harus segera direalisasikan. Terutama bagi pemilih dengan kebutuhan khusus. Sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan dari pemilih penyandang disabilitas di Kota Kediri.
“Kita ikut mengawal Kalau nggak aksesibel, misal ke tempat memilihnya saja kesulitan, ya kita nggak bisa ke situ,” ujar Ketua Organisasi Penyandang Disabilitas Gema Nurani Gatut Sungkowono kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Pria yang akrab disapa Gatut itu mengatakan, penyelenggara pemilu harus memperhatikan hak penyandang disabilitas. Salah satunya mendapat akses yang layak. Tidak terkecuali, pendampingan dari penyelenggara. Itu mencakup pendampingan di tingkat kelurahan.
Sebab, sering kali ditemui partisipasi yang rendah disebabkan oleh minimnya kepedulian dari panitia saat di tempat pemungutan suara (TPS). Pihaknya mencatat, sedikitnya ada 600 penyandang disabilitas yang sudah memiliki hak suara di Kota Kediri.
Seluruhnya memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu pula dengan kebutuhan fasilitas pendukung pemilu yang juga akan beragam. “Dengan KPU yang merasa bahwa difabel punya hak yang sama, ya mohon untuk difasilitasi,” tambah Gatut.
Terpisah, Ketua KPU Kota Kediri Pusporini Endang Palupi memastikan Pemilu 2024 akan ramah bagi penyandang disabilitas. Artinya, pemilu yang aksesibel akan jadi prioritas panitia penyelenggara.
“Kami akan mengutamakan akses disabilitas. Tujuan kami, partisipasi pemilih di Kota Kediri, khususnya disabilitas, bisa meningkat,” tegasnya saat Serah Terima Kirab Pemilu 2024 di Taman Sekartaji Sabtu (24/6) lalu.
Dia menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan beberapa upaya. Salah satunya dengan melibatkan penyandang disabilitas di semua aspek pemilu. Termasuk sebagai bagian dari penyelenggara. “Kita libatkan semuanya,” ucapnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah