Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Plengsengan Ambrol Tak Diperbaiki, Arus Tersendat

adi nugroho • Kamis, 1 April 2021 | 19:59 WIB
plengsengan-ambrol-tak-diperbaiki-arus-tersendat
plengsengan-ambrol-tak-diperbaiki-arus-tersendat


NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Plengsengan ambrol di sungai Kuncir yang ambrol pada Minggu (14/2) lalu belum diperbaiki hingga sekarang. Warga pun meminta kejelasan tentang kepastian penanganannya. Sebab, selain berbahaya, kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sana tersendat.


Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, panjang plengsengan yang ambrol mencapai 20 meter. Semakin tergerusnya plengsengan juga membuat bahu jalan termakan. Tinggal menyisakan bagian aspal saja. “Kalau dibiarkan bahaya untuk pengendara yang lewat,” ujar Sukamto, ketua RT 03/II, Desa Kuncir.


Untuk mencegah kerusakan lebih parah saat ini memang sudah dipasang tumpukan karung pasir di sana. Meski demikian, penanganan tersebut hanya bersifat sementara.


Keberadaan tanggul darurat itu juga untuk mencegah agar pengendara yang melintasi lokasi tersebut tidak terlalu mepet dengan plengsengan yang ambrol. Meski demikian, tumpukan karung pasir itu membuat lebar jalan raya berkurang setengah meter.


Kamto mengatakan, sebelumnya lebar jalan tersebut sekitar 3 meter. Saat ini hanya tinggal 2,5 meter saja yang bisa dimanfaatkan. Untuk sepeda motor masih bisa melewati jalur tersebut. “Kalau untuk kendaraan roda empat atau lebih harus bergantian,” imbuh Kamto sembari menyebut warga melakukan pengaturan lalu lintas secara bergiliran.


Pria berkumis itu berharap plengsengan bisa segera diperbaiki. Setidaknya, bisa dipasang bronjong untuk sementara. “Syukur-syukur kalau bisa ditangani secara permanen,” sambungnya.


Seperti diberitakan, plengsengan sungai Kuncir ambrol pada Minggu (14/2) lalu. Kerusakan diduga kuat lantaran gerusan air sungai yang saat itu debitnya naik drastis hingga berujung bencana banjir di sebagian besar wilayah Nganjuk.


“Harapannya dari pemerintah dapat segera ditangani agar tidak berlarut-larut,” tandas Kamto sembari menyebut Bupati Novi Rahman Hidhayat dan sejumlah pejabat sudah pernah melakukan pengecekan langsung di sana.


Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk Gunawan Widagdo menjelaskan, pihaknya telah survei di lokasi. Kunjungan itu tidak dilakukan hanya oleh pihaknya saja. Melainkan juga dengan balai besar wilayah sungai (BBWS). Penanganan di sungai Kuncir menurut Gunawan bukan kewenangan Pemkab Nganjuk. Melainkan kewenangan BBWS.


“Diperkirakan akan ada dana sekitar Rp 20 miliar untuk perbaikan sepanjang Kuncir Kanan maupun Kiri. Sumber dananya dari pemulihan ekonomi nasional (PEN),” pungkas Gunawan.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk #sungai