NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pencarian korban tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos berakhir kemarin. Ini setelah jasad Darimun, 70, korban terakhir, ditemukan sekitar pukul 08.46 kemarin. Dengan temuan itu, total 19 korban hilang sudah berhasil dievakuasi.
Kepala Basarnas Jatim Hari Adi Purnama, pencarian terhadap jasad Darimun tidak memakan waktu lama. Sebab, lokasinya sudah dipetakan sebelumnya. “Dia juga ditemukan oleh tim SAR gabungan di sektor A,” ujar Hari.
Klik link ini untuk video Longsor Ngetos Radar Kediri TV
Lokasi Darimun tertimbun juga tidak begitu jauh dari empat anggota keluarganya yang lain. Yaitu Muriyam, 70; Sunarsih, 36; Rama, 13; dan Reihan, 4. Diperkirakan jasad kakek itu masih dalam radius sekitar lima meter.
Hanya saja, evakuasi tidak mungkin dilakukan pada Kamis (18/2) lalu. Sebab, cuaca yang mendung dianggap tidak mendukung.
Sama seperti jasad ketiga anggota keluarganya, mayatnya juga telah mengalami pembusukan. Meski telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah, bau tidak sedap masih tercium. “Terhitung sudah hampir lima hari korban tertimbun longsor,” terang Hari.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, kemungkinan besar Darimun juga tidak sempat melarikan diri. Pasalnya, tim SAR gabungan menemukan jasadnya di bawah timbunan material rumah dan tanah. Sehingga diperkirakan ia masih di dalam rumah pada saat longsor menerjang.
Seperti diberitakan, longsor terjadi pada Minggu (14/2) malam. Total ada 54 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana. Sebanyak 21 orang dinyatakan hilang. Dalam pencarian, dua korban di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat.
Selain puluhan orang itu, ada 18 orang yang mengalami luka berat. Hingga kemarin, lebih dari 120 orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak.
Terpisah, Bupati Novi Rahman Hidhayat mengaku mengapresiasi para relawan yang ikut operasi pencarian korban lonogsor. Mereka telah bekerja keras hingga total 21 korban hilang bisa ditemukan dalam waktu kurang dari seminggu. “Semoga jerih payah panjenengan semua dicatat sebagai amal baik,” tutur Novi sembari menyebut seluruh pasukan yang sebelumnya melakukan pencarian akan ditarik semua.
Sementara itu, setelah semua korban hilang ditemukan, pemkab kini fokus tangani dampak pascabencana. Termasuk mengeruk dan meratakan material longsor yang menimbun belasan rumah di sana.
Klik link ini untuk video Longsor Ngetos Radar Kediri TV
Selain itu, ekskavator juga akan membuat jalan agar bisa jadi akses warga setempat. Meski, ke depan daerah tersebut tidak akan menjadi pemukiman penduduk lagi.
Setelah semua korban hilang ditemukan, Novi menyebut penanganan pascabencana juga mencakup hal lain. Di antaranya, reboisasi di titik longsor. Dengan cara ini, diharapkan vegetasi dan kelestarian alam di sana bisa pulih.
“Nanti akan kami agendakan untuk penghijauan di sana. Kami telah berkoordinasi dengan perhutani,” sambung ayah lima anak tersebut.
Bagaimana dengan relokasi warga? Novi menyebut hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Proses relokasi diperkirakan akan memakan waktu sekitar 4-5 bulan. Selama menunggu proses relokasi, warga terdampak akan disediakan tempat hunian sementara.
Sayangnya, mayoritas menolak menempati hunian sementara. Mereka lebih memilih tinggal di rumah saudaranya sembari menunggu relokasi.
Untuk diketahui, luas lahan relokasi sekitar lima hektare (ha). Lahan terletak di petak 184A. Lokasi tersebut hanya berjarak sekitar 500 meter dari Polsek Ngetos.
Editor : adi nugroho