Optimalkan Produksi Tanaman Pangan, Dispertabun Dapat Dukungan Kepolisian

Sri Utami • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:30 WIB
WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN: Dari kiri, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri Ketut Gutomo, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Plt Kepala Dispertabun Sukadi, dan Ketua HKTI Kabupaten Kediri Sumadianto saat melakukan penanaman jagung di lahan Desa Sambiresik, Gampengrejo dalam peringatan Hari Tani Nasional (24/9). (Foto: Asad MS)
WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN: Dari kiri, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri Ketut Gutomo, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Plt Kepala Dispertabun Sukadi, dan Ketua HKTI Kabupaten Kediri Sumadianto saat melakukan penanaman jagung di lahan Desa Sambiresik, Gampengrejo dalam peringatan Hari Tani Nasional (24/9). (Foto: Asad MS)

Peringatan Hari Tani Nasional di Kabupaten Kediri pada Kamis (24/9) kemarin membawa semangat kemandirian pangan di Bumi Panjalu. Pemkab Kediri melalui dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun) memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Di antaranya dengan Polres Kediri untuk mengejar target penanaman jagung 57 ribu hektare!

Untuk diketahui, peringatan Hari Tani Nasional ke-66 ditandai dengan penanaman jagung di lahan Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo. Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri Ketut Gutomo, dan sejumlah pejabat ikut melakukan penanaman jagung sebagai bentuk dukungan pencapaian swasembada pangan nasional.

Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, penanaman jagung secara simbolis di Desa Sambiresik, Gampengrejo kemarin jadi pendorong semangat untuk meningkatkan produksi tanaman pangan di Bumi Panjalu. “Kami dapat target untuk menanam jagung di angka 57 ribu hektare. Tak hanya mengejar peningkatan produksi, tapi kami juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Sukadi.

Baca Juga: Targetkan 57 Ribu Hektare Jagung di Kediri, Polisi Siap Kawal Swasembada dan Kesejahteraan Petani

Meski dilanda kemarau ekstrem, Sukadi optimistis Kabupaten Kediri bisa merealisasikan target tersebut. Namun, mereka juga meminta dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian. Yakni, dengan menggerojok bantuan benih untuk petani.

Dia bersyukur, Kabupaten Kediri mendapat bantuan benih hingga 250 ton. Bantuan senilai sekitar Rp 23,4 miliar itu bisa dimanfaatkan oleh para petani. Terutama untuk meringankan biaya produksi mereka agar margin keuntungan yang didapat bisa lebih besar.

 

SINERGI MEMAJUKAN PERTANIAN: Penanaman jagung di Desa Sambiresik, Gampengrejo jadi amunisi semangat baru untuk mengejar target penanaman seluas 57 ribu hektare tahun 2026 ini. (Foto: Asad MS)
SINERGI MEMAJUKAN PERTANIAN: Penanaman jagung di Desa Sambiresik, Gampengrejo jadi amunisi semangat baru untuk mengejar target penanaman seluas 57 ribu hektare tahun 2026 ini. (Foto: Asad MS)

Sedikitnya ada 16 ribu hektare lahan yang terbantu dengan bantuan benih jagung dari Pemkab Kediri tersebut. “Kami juga terus berupaya agar para petani bisa mendapat pupuk dengan mudah. Begitu pupuk didistribusikan ke kios, kami langsung sosialisasikan ke petani agar segera ditebus. Sehingga penyerapannya bisa tinggi dan kita dapat tambahan alokasi dari daerah lain,” terang Sukadi di depan AKBP Wahyudin dan pejabat lainnya.

Kecepatan penyerapan pupuk itu terbukti membuat Kabupaten Kediri mendapat alokasi tambahan. Di antaranya, tambahan 1.500 ton pupuk Phonska. “Pupuk ZA yang sebelumnya tidak ada, kami juga mendapat alokasi sekitar 1.450 ton,” bebernya.

Baca Juga: Peringati Hari Tani, BPP dan Kecamatan Papar Dorong Petani Hidup Sejahtera dan Makmur

Terpisah, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif mengapresiasi capaian Kabupaten Kediri di bidang pertanian. “Kabupaten Kediri ini salah satu lumbung pangan nasional. Ini luar biasa. Pada waktu anev (analisa dan evaluasi), Kediri itu pasti menempati tiga besar untuk capaian luas tanaman,” ungkap pria yang akrab disapa Latif ini.  

Meski target luas tanaman jagung di Kabupaten Kediri sudah tinggi, perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini mendorong untuk terus ditingkatkan. Dia percaya dengan kekompakan kelompok tani dan pendampingan lewat petugas penyuluh lapangan (PPL), semua bisa terwujud.

Tak hanya penanaman jagung, Latif juga mengapresiasi serapan panenan padi di Kabupaten Kediri. “Serapan beras ke bulog juga sangat tinggi sekali. Jadi (produksi beras) bukan hanya dirasakan oleh Kediri tapi skala nasional,” bebernya.

Demikian pula untuk komoditas tebu, dimana Kabupaten Kediri menyuplai sekitar 30 persen kebutuhan nasional. “Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari semua ini. Polri akan terus bersinergi dan mengawal semua kegitan petani di Kabupaten Kediri,” janjinya.

Latif memastikan, Polres Kediri siap melakukan pendampingan dan perkuatan bidang pertanian. Tujuannya pun sama. Yakni, agar para petani di Kabupaten Kediri bisa sejahtera. “Butuh dukungan dari semua elemen agar pertanian di Kabupaten Kediri semakin baik, semakin maju, dan produktif. Sekaligus mendukung program nasional Bapak Presiden,” tuturnya. (ut/*)

Kawal Alsintan dan Pupuk, Polres Lakukan Pengawasan

Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif berkomitmen untuk mengawal pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) dan distribusi pupuk di Kabupaten Kediri. Untuk memastikan pemanfaatan alsintan maksimal dan distribusi pupuk tepat sasaran, mereka siap turun untuk melakukan pengawasan.

Di depan para kelompok tani yang kemarin ikut melakukan penanaman jagung di Desa Sambiresik, Gampengrejo, pria yang akrab disapa Latif itu berpesan agar para petani bisa menjaga alsintan yang diterima. Pun tidak menyelewengkan pupuk bersubsidi yang melimpah di Kabupaten Kediri.

“Kira-kira bisa nggih, tidak menyelewengkan pupuknya dan tidak menghilangkan alsintannya? Itu penting sekali. Dan, kami juga senantiasa mengawal,” kata Latif.

Polres, jelas Latif, akan terus mendampingi program-program pertanian di Kabupaten Kediri. Mereka juga siap berkolaborasi dengan melakukan pendekatan yang inklusif dengan semua stakeholder.

Dengan cara itu, dia berharap pertanian di Kabupaten Kediri semakin maju. “Bisa mencapai swasembada pangan dan tentunya menuju kesejahteraan petani,” tuturnya.

Polres Kediri menurut Latif juga mendukung ketahanan pangan. Terutama untuk tanaman jagung. Total mereka menanam 57 hektare jagung. Ditambah target tanaman jagung di Kabupaten Kediri seluas 57 ribu hektare, dia optimistis Kabupaten Kediri memiliki kontribusi besar dalam swasembada pangan nasional.

“Dengan sinergitas Polres Kediri, dinas pertanian dan perkebunan, HKTI, dewan, dan stakeholder lainnya semua akan terwujud. Kalau memang nanti ada temuan, kami juga siap melakukan penindakan hukum,” tegasnya. (ut/*)

Editor : Shinta Nurma Ababil
petani kediri petani kediri hari tani dispertabun