JP Radar Kediri – Akses menuju Museum Sri Aji Joyoboyo bakal semakin mudah. Pemkab Kediri berencana menambah pekerjaan pengaspalan jalan masuk hingga jalur keliling museum melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini.
Penambahan tersebut disiapkan untuk mendukung aksesibilitas sekaligus menata sirkulasi kendaraan di kawasan museum. Terlebih, revitalisasi bangunan ditargetkan rampung pada pertengahan November mendatang.
“Dinas PU ada rencana ngaspal jalan masuk keliling,” ujar Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.
Jalur yang akan ditangani memiliki lebar sekitar dua meter. Akses tersebut meliputi jalan keliling, pintu masuk, hingga jalur keluar museum.
Dengan adanya jalur tersebut, pengunjung nantinya tidak hanya mengandalkan akses dari bagian tengah seperti kondisi saat ini.
Kendaraan bisa masuk dari dua sisi. Sehingga alur pergerakan di kawasan museum diharapkan lebih lancar.
"Kalau masuk bisa akses dari sisi dua sisi. Kalau sekarang tengah,” terangnya.
Penambahan akses ini juga diharapkan mendukung penataan kawasan ketika revitalisasi Museum Sri Aji Joyoboyo selesai.
Baca Juga: Pemkab Kediri Geser Tiang Listrik dan Fiber Optik, Imbas Ganggu Muka Museum Sri Aji Jayabaya
Sebab, pembangunan tidak hanya menyasar bangunan utama. Tetapi juga fasilitas pendukung dan sirkulasi di dalam kawasan.
Sementara itu, progres fisik revitalisasi museum per pekan lalu telah mencapai sekitar 58 persen.
Pekerjaan kini mulai memasuki tahapan finishing yang membutuhkan ketelitian agar hasil akhir bangunan terlihat rapi.
Irwan mengatakan, sejumlah pekerjaan finishing yang sedang dikebut antara lain pemasangan batu tempel, keramik, serta lampu. Pemasangan material baru tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk tampilan akhir fasad museum.
“Sekarang mulai finishing. Paling besar pekerjaan di finishing, batu tempel, keramik, lampu,” jelasnya.
Dia menyebut proses finishing perlu dilakukan secara hati-hati. Sebab, sejumlah material yang dipasang bersifat tempel.
Sehingga kerapian menjadi perhatian agar tampilan akhir museum sesuai dengan konsep yang telah direncanakan.
Secara kontrak, pekerjaan revitalisasi ditargetkan selesai pada pertengahan November. Artinya, waktu pengerjaan tersisa sekitar dua bulan sehingga sejumlah pekerjaan akhir kini mulai dikebut.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Kediri juga masih melakukan penataan jaringan utilitas di bagian depan museum. Tiang fiber optik (FO) dijadwalkan dipindahkan pekan depan.
"Untuk tiang listrik sudah dipindah. Sudah rapi depan museum,” terangnya.
Baca Juga: Penataan Museum Sri Aji Jayabaya Kediri Berlanjut, Akhir Tahun Ini Rencana Masuk Tahap Kedua
Keberadaan tiang dan kabel tersebut sebelumnya dinilai mengganggu tampilan bagian depan museum.
Pemindahan diharapkan membuat area depan lebih bersih ketika bangunan dan fasad baru telah rampung.
Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat layanan budaya terpadu.
Selain museum dan amfiteater, kawasan itu juga diarahkan untuk mendukung aktivitas seni dan budaya.
Amfiteater yang dibangun di bagian belakang museum dirancang menampung sekitar 1.000 penonton.
Fasilitas tersebut nantinya dapat menjadi ruang pertunjukan bagi pelaku seni dan budaya di Kabupaten Kediri.
Dengan tambahan akses jalan melalui PAK, pemerintah berharap kawasan museum tidak hanya memiliki wajah baru.
Tetapi juga akses yang lebih mudah dan sirkulasi kendaraan yang lebih tertata saat nantinya dibuka dan dimanfaatkan masyarakat.
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : Radar Kediri