Pemkab Anggarkan Rp 20 Miliar untuk Revitalisasi Puluhan Sekolah

Diana Yunita Sari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:13 WIB
MENGUNGSI: Foto atas, siswa-siswa SD Negeri Bedali 1 Ngancar keluar dari gedung balai desa yang menjadi tempat belajar mereka. Sementara pekerja mengerjakan rehabilitasi gedung SDN Bedali 1 yang enam ruangnya rusak parah. (Diana Yunita)
MENGUNGSI: Foto atas, siswa-siswa SD Negeri Bedali 1 Ngancar keluar dari gedung balai desa yang menjadi tempat belajar mereka. Sementara pekerja mengerjakan rehabilitasi gedung SDN Bedali 1 yang enam ruangnya rusak parah. (Diana Yunita)

JP Radar Kediri – Pemkab Kediri melakukan rehabilitasi puluhan sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun anggaran 2026. Selain program revitalisasi yang bersumber dari APBN, rehab sekolah juga dibiayai APBD. Anggarannya mencapai Rp 20 miliar di semua jenjang.

“Jumlah yang direvitalisasi (melalui APBD) kurang lebih jumlahnya 50-an sekolah,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin.

Rehabilitasi dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan masing-masing bangunan. Tim dari Dinas Pendidikan terlebih dahulu melakukan penilaian untuk menentukan persentase kerusakan sekaligus kebutuhan anggaran.

Baca Juga: Satgas Saber Kabupaten Kediri bersama Satreskrim Polres Kediri Lakukan Sidak Pasar Pamenang

“Untuk menilai kerusakannya kita ada tim yang menilai tingkat kerusakan sampai berapa persen. Itu yang menentukan sekolah ini mendapatkan rehab dan nominal biaya yang dibutuhkan,” jelas Muhsin.

Besaran anggaran tiap sekolah juga berbeda. Ada yang hanya membutuhkan perbaikan perpustakaan maupun kamar mandi. Sebagian lainnya mendapat perbaikan ruang kelas. Nilai rehabilitasi juga beragam berkisar Rp 150 juta hingga Rp 300 juta. Menyesuaikan tingkat kerusakan.

Salah satu proyek dengan nilai anggaran terbesar berada di SDN Bedali 1, Kecamatan Ngancar. Sekolah tersebut mendapat rehabilitasi enam ruang dengan anggaran lebih dari Rp 1 miliar yang bersumber dari APBD.

Baca Juga: Gelontor Rp 250 Juta Rehab Pasar Bawang, Targetkan Rampung pada Akhir Tahun

“Bedali Ngancar itu lebih dari Rp 1 miliar anggarannya. Karena merehab semua ruang. Enam ruang itu kita gantikan,” kata Muhsin.

Untuk proyek dengan nilai besar, pengerjaan dilakukan melalui proses lelang. Sementara pekerjaan dengan nilai lebih kecil menggunakan pengadaan langsung.

Selama proses rehabilitasi, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Bedali 1 tetap berjalan. Sementara waktu, aktivitas pembelajaran dipindahkan ke Balai Desa Bedali yang berada tepat di samping sekolah.

Muhsin mengatakan, sejumlah sekolah lain juga menggunakan fasilitas di sekitar lingkungan sekolah selama proses rehabilitasi. Ada yang menempati kantor desa, rumah warga, hingga fasilitas KDMP.

“Pembelajaran tetap berlangsung,” katanya.

Baca Juga: Rekrutmen Perangkat Dihentikan Sementara, Kades Nanggungan Kediri Tolak Penjaringan Ulang

Muhsin juga menyebut rehabilitasi tidak selalu membongkar dan dibangun kembali. Bagian bangunan yang masih dalam kondisi baik tetap dapat digunakan.

Hal itu sekaligus untuk menjelaskan kemungkinan adanya material lama yang masih digunakan dalam pengerjaan rehabilitasi.

“Kalau rehab itu yang diperbaiki kan yang rusak-rusak. Yang masih utuh, yang masih bagus dipakai lagi,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Sarpras SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Anang Tri Asmono mengatakan, pada jenjang SD terdapat 38 titik yang mendapat program rehabilitasi. Khusus enam ruang SDN Bedali 1, pekerjaan ditargetkan selesai November atau paling lambat awal Desember.

Baca Juga: Perumda Tidak Bisa Langsung Turunkan Retribusi, Ini Alasannya!

“Yang paling parah ya di Bedali itu rehab enam kelas dan saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Insyaallah selesai November atau awal Desember ini,” ujarnya.

Sementara pada jenjang SMP, tercatat ada 59 sekolah yang direncanakan dilakukan rehabilitasi menggunakan APBD tahun anggaran 2026 dan masih berjalan hingga sekarang.

 

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Radar Kediri
rehab sekolah kabupaten kediri dinas pendidikan kabupaten kediri bedali sekolah rusak