KEDIRI, JP Radar Kediri - Perumda Pasar Joyoboyo terus berupaya mempercantik tampilan pasar tradisional. Salah satunya dengan merenovasi Pasar Bawang yang memang sudah memerlukan perbaikan tersebut. Anggaran perbaikannya mencapai ratusan juta rupiah.
“Kurang lebih (anggaran, Red) yang digelontorkan Rp 250 juta,” ucap Direktur Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Djauhari Luthfi.
Menurutnya, anggaran yang digunakan murni bersumber dari pendapatan mandiri Perumda Pasar Joyoboyo. Bukan dari Pemerintah maupun instansi lainnya. Dia menyebutkan bahwa proses renovasi Pasar Bawang saat ini masih berlangsung.
Baca Juga: Pemkot Kediri Bakal Sulap Pasar Campurejo Jadi Modern, Ini Progressnya!
“Saat ini proses renovasi sedang berlangsung. Terhitung pelaksanaanya sudah 1 bulan ini,” ujar pria yang akrab disapa Luthfi itu.
Menurutnya, fokus utama dalam pengerjaan proyek perbaikan ini difokuskan pada bagian los pasar. Bagian tersebut dinilai sangat krusial karena bersentuhan langsung dengan aktivitas harian para pedagang dan pembeli.
Menyadari pentingnya kelancaran roda ekonomi di lokasi tersebut, renovasi dilakukan secara bertahap. Pengerjaan sengaja tidak langsung dilakukan secara keseluruhan demi menjaga aktivitas jual beli tetap bisa berlangsung.
Baca Juga: Pemkot Kediri Godok Relokasi Pasar Campurejo, Ini Yang Wajib Kamu Tahu!
“Pengerjaan kami lakukan secara bergantian. Tidak bisa langsung bersamaan seluruhnya. Karena menjaga agar roda perekonomian tetap berputar,” ucap Luthfi.
Lebih lanjut dia menjelaskan, renovasi ini dilakukan untuk mendongkrak kualitas infrastruktur pasar rakyat agar semakin representatif dan berdaya saing. “Renovasi Pasar Bawang kami targetkan tuntas sebelum akhir tahun ini,” bebernya.
Ini menjadi wujud nyata komitmen pihaknya dalam mempercepat pembangunan fasilitas publik. Selain fokus merenovasi Pasar Bawang, pihak Perumda juga telah merencanakan program pembaruan fasilitas lain di beberapa pasar strategis. Itu dengan memasang barier gate di Pasar Pahing, Pasar Bandar, dan Pasar Setonobetek.
Baca Juga: Atap Pasar Bawang Kota Kediri Banyak Rusak dan Sering Banjir, Ini Kata Perumda Pasar Joyoboyo
Seluruh rangkaian renovasi dan pembaruan teknologi modern ini dilakukan semata-mata demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan. Baik pedagang maupun pengunjung. “Kami mendorong agar stigma pasar becek, kotor, dan kumuh itu tidak ada lagi. Oleh karenanya renovasi terus kami lakukan menyesuaikan situasi dan kondisi di pasar,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri