Terima Kursi Roda, Supriyat Tidak Ngesot Lagi, Ini Yang Diminta Walikota Kediri!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 06:30 WIB
Walikota Kediri Vinanda Prameswati memberikan bantuan kepada salah satu warga disabilitas di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. (Wahyu Adji/JPRK)
Walikota Kediri Vinanda Prameswati memberikan bantuan kepada salah satu warga disabilitas di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-Supriyat, 66, dan Mariatun, 71, penyandang disabilitas asal Kecamatan Pesantren, kini bisa lebih leluasa beraktivitas. Hal itu setelah dua lansia yang berasal dari Kelurahan Ngletih dan Kelurahan Bawang tersebut mendapat bantuan kursi roda dari Wali Kota Vinanda Prameswati kemarin.

          “Ibu sudah sakit sejak lima tahun terakhir. Kalau lumpuh total sudah tiga tahun,” kata Bowo, anak Mariatun yang kemarin menyambut Vinanda.

          Dia mengaku berterima kasih karena dengan bantuan kursi roda tersebut, mobilitas ibunya bisa lebih baik lagi. “Sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan,” lanjut Bowo setelah ibunya juga menerima paket sembako itu.

Baca Juga: Kisah Inspiratif : Dari Bawang Goreng, Suryani yang Disabilitas Hidupi Anaknya yang Juga Disabilitas

          Untuk diketahui, Vinanda lebih dulu mengunjungi Supriat sekitar pukul 12.00 kemarin. Tiba di rumahnya di Kelurahan Ngletih, Pesantren, pemimpin muda Kota Kediri itu langsung berbincang dengan pria yang harus jalan ngesot tersebut.

          Tak hanya memberi bantuan kursi roda dan sembako, Vinanda juga meminta agar pria yang masuk desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) itu juga mendapat penanganan medis lanjutan. “Kami langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) agar segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Vinanda.

          Setelah memastikan kesulitan yang dialami Supriat tertangani, Vinanda yang kemarin bersama Kepala Dinas Sosial Imam Muttakin langsung bergeser ke rumah Mariatun di Kelurahan Bawang.

Baca Juga: Mahasiswa Disabilitas Rungu Unesa Raih Dua Prestasi Nasional, Usung Ekonomi Inklusif dan Budaya

          Jika Supriat masih bisa berjalan ngesot, kondisi Mariatun lebih memprihatinkan. Dia hanya bisa terbaring lemah di ranjang. Saat diajak berkomunikasi juga sudah kesulitan.

          Vinanda harus berbicara dengan keras dan dekat telinga Mariatun. Melihat hal tersebut, dia juga langsung koordinasi dengan dinas kesehatan. “Jika diperlukan rujukan (ke rumah sakit) harus dipercepat agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan segera sembuh kembali,” paparnya.

          Lebih jauh, sulung dari empat bersaudara itu menyebut bantuan mobilitas untuk disabilitas itu sudah diserahkan hingga ratusan unit. Khusus September ini, sedikitnya ada 17 alat yang sudah diberikan.

Baca Juga: Bangkit dari Lumpuh: Kisah Sobirin Disabilitas Plosoklaten yang Kerajinannya Tembus ke Inggris

          Dia berharap bantuan alat dan sembako itu bisa meringankan beban penyandang disabilitas di Kota Kediri. “Penyerahan bantuan ini sekaligus merupakan komitmen Pemkot Kediri dalam menjaga hak-hak penyandang disabilitas agar mendapatkan pelayanan yang setara,” terangnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin menambahkan, bantuan alat mobilitas untuk kaum difabel akan terus dilakukan. Sampai September ini, menurutnya ada sekitar 200 alat yang sudah diserahkan kepada masyarakat. “Ini yang sedang kami verifikasi ada 21 pemohon,” ungkapnya. Setiap bulan rata-rata ada 50-60 pemohon alat mobilitas.

          Bentuk bantuan yang diserahkan kepada penyandang disabilitas menurut Imam bervariasi. Mulai dari matras atau tempat tidur, kursi roda hingga alat bantu dengar. Terkait prosedur pengajuan, warga dapat melalui pihak kelurahan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Gisella Margaretha, Penyandang Disabilitas Netra yang Punya Suara Emas: Kali Pertama Ikutan Lomba Langsung Juara

          Berbeda dengan bantuan lain yang harus melihat kategori desil, Imam memastikan bantuan alat untuk penyandang disabilitas itu tidak mempertimbangkan kelas ekonomi. "Disabilitas mempunyai aturan tersendiri. Karena setiap disabilitas memang berhak untuk mendapatkan layanan yang sama," tegasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
kursi roda Vinanda DTSEN disabilitas kota kediri