KEDIRI, JP Radar Kediri-Langkanya stok beras premium di pasar tradisional langsung direspons Pusat. Kemarin Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan satgas pangan melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan ritel modern. Hasilnya, ‘menghilangnya’ beras premium ditengarai karena kendala distribusi.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas Asep Herdiana mengatakan, sidak kemarin dilakukan untuk memonitor harga. Sekaligus mengecek mutu beras yang beredar di masyarakat.
Sidak, lanjut Asep, menyasar beberapa titik krusial pendistribusian bahan pokok di Kota Kediri. Baik di Pasar Setonobetek maupun di gerai Hypermart Kediri Town Square. “Hasil sidak, kondisi pasokan beras di Kota Kediri sangat aman. Stok memadai dan harganya masih di bawah ketentuan yang berlaku,” kata Asep.
Baca Juga: Bapanas Sidak Pasar Setono Betek Kediri, Ini yang Mereka Dapatkan soal Harga Beras
Dia mencontohkan, harga beras premium di pasaran masih mematuhi harga eceran tertinggi sebesar Rp 14.900 per kilogram. Adapun untuk beras jenis khusus tidak memiliki acuan harga. Sebab mekanismenya diserahkan sepenuhnya ke pasar.
“Terkait kelangkaan beras premium di beberapa pasar tradisional, kami menduga kuat hal itu terjadi murni karena masalah distribusi,” lanjut Asep menjamin stok beras secara keseluruhan sangat melimpah.
Untuk mengatasi kelangkaan, Asep menyebut Bapanas bersama instansi terkait sedang berupaya keras agar rantai distribusi kembali lancar. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar atau gerakan pangan murah. Sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses beras,” paparnya.
Dalam kesempatan kemarin Asep mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi situasi pasar. Dia juga meminta konsumen tidak hanya terpaku pada satu merek beras tertentu saja. Sebab, beras merek lain juga punya kualitas yang sama baiknya.
Baca Juga: Stok Beras Tembus 5,1 Juta Ton, Kepala Bapanas Klaim Tertinggi Sepanjang Sejarah RI
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sidak Bapanas kemarin dilakukan bersama Satgas Pangan Mabes Polri, Polda Jatim, dan Polres Kediri Kota. Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Kediri dan Bulog Cabang Kediri juga ikut melakukan sidak.
Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri Bagus Alit menyebut, pihaknya juga telah memantau empat lokasi berbeda. Hasilnya, menurut Bagus harga beras premium stabil di angka Rp 14.900 per kilogram.
“Kami mengimbau agar masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan barang. Jika sewaktu-waktu terjadi gejolak harga, Pemkot Kediri akan segera bekerja sama dengan Bulog untuk menggelar operasi pasar,” tandasnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata menegaskan, pihaknya belum menemukan adanya praktik penimbunan maupun permainan harga beras dalam sidak kemarin. “Kami memastikan seluruh harga masih sesuai ketentuan yang berlaku dan kembali mengingatkan warga agar tidak panik karena stok beras dari Bapanas terpantau sangat memadai,” imbuhnya.
Baca Juga: Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sidak di Pasar Pamenang Pare Kediri, ini yang Ditemukan
Sementara itu, selain mengecek stok beras di Hypermart, kemarin tim juga mengecek stok di Pasar Setonobetek. Hasilnya, stok juga masih aman. Sedangkan harganya masih di bawah HET. Baik untuk beras stabilisasi pasokan harga pangan SPHP maupun premium.
Di Kota Kediri, harga beras yang berkisar Rp 14.900 dinilai masih aman. Berbeda dengan sejumlah daerah lain yang cenderung naik. Meski demikian, Bapanas akan mengantisipasi gangguan distribusi yang dapat memengaruhi ketersediaan maupun harga beras.
Pemerintah, tandas Asep, akan memantau jalur distribusi beras untuk memastikan pasokan tetap tersedia hingga tingkat konsumen. Jika terjadi kekurangan pasokan di suatu wilayah, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggelar gerakan pasar murah. “Dari sisi produksi dan ketersediaan ada, namun dari sisi distribusi harus kita pantau lagi,” tandasnya.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri