KEDIRI, JP Radar Kediri – Menyusul Pasar Bandar, pedagang Pasar Pahing giliran meluapkan kritik atas sistem pengelolaan pasar. Senin sore (7/9) lalu, sejumlah pedagang mulai memasang baliho-baliho berisi protes di enam titik pintu masuk pasar. Itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan pedagang terhadap kebijakan pengelolaan pasar yang dianggap merugikan.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pahing Pujito. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan Perumda Pasar Joyoboyo merugikan dan tidak memihak pedagang.
“Ini bentuk luapan aspirasi kami. Sudah berkali-kali kami berdialog dengan pihak Perumda Pasar. Namun keberatan dan suara pedagang di bawah rasanya belum benar-benar terakomodasi," ujar Pujito.
Baca Juga: Pedagang Pasar Bandar Diajak Duduk Bersama Senin Nanti, Perumda Janji Hadirkan Pemkot Kediri
Beberapa poin keberatan itu meliputi perubahan status penggunaan tempat berdagang. Sebelumnya, pedagang menggunakan skema hak guna pakai. Namun sejak 2023, skema tersebut berubah menjadi sewa.
Pedagang juga mengeluhkan kenaikan tarif yang terkesan dipaksakan tanpa adanya pemberitahuan dan diskusi sebelumnya. Selain itu, pedagang juga menyoal rencana penerapan gerbang parkir digital yang mewajibkan setiap kendaraan masuk untuk membayar. Termasuk kendaraan milik pedagang yang keluar-masuk pasar.
“Penyesuaian tarif dan biaya administrasi terasa membebani pedagang kecil,” tandasnya.
Baca Juga: Pedagang Pasar Bandar Ogah Bikin Kesepakatan, Pilih Tunggu Kehadiran Perwakilan Pemkot Kediri
Pujito menegaskan, pemasangan baliho bukan akhir dari aksi pedagang. Selama belum ada negosiasi dan kejelasan mengenai tuntutan mereka, paguyuban akan tetap menyuarakan aspirasi mereka.
“Sepanjang belum adanya negosiasi yang jelas, kita tetap mengadakan gerakan-gerakan semacam itu,” tegas Pujito.
Selebihnya, Pujito menyebut paguyuban pasar juga sudah mengirimkan surat kepada pihak Perumda. “Kalau ini nanti belum ada jawaban pasti dari Perumda, kami akan kirim surat kepada wali kota (Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Red),” ungkapnya.
Terpisah, Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Djauhari Luthfi menyebut jika pihaknya selalu terbuka untuk berdialog. Bahkan, menurutnya komunikasi dengan pedagang Pasar Pahing sudah dilakukan sebanyak tujuh kali.
Baca Juga: Pedagang Pasar Bandar Kediri Urung Dapat Kepastian Soal Keluhan Biaya Retribusi dan Layanan
“Juga sudah pernah RDP (rapat dengar pendapat, Red) dengan Komisi B DPRD Kota Kediri. Hasilnya tarif yang ditetapkan masih dinilai terjangkau dibandingkan sewa kios di tempat yang lain,” ujar pria yang akrab disapa Luthfi itu.
Pihaknya kini juga masih menunggu surat resmi terkait keberatan-keberatan yang diajukan oleh pedagang. Surat itu akan menjadi dasar untuk kajian dan laporan ke Wali Kota Kediri selaku Kuasa Pemilik Modal.
"Memang sebelumnya sudah disepakati agar kawan-kawan pedagang berkirim surat resmi kepada kami. Surat itu yang nantinya kami jadikan dasar untuk menyusun laporan dan evaluasi ke pimpinan. Namun suratnya belum kami terima, ternyata banner-banner tersebut sudah terpasang," ungkap Luthfi.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri