Kejar Mimpi  Zero ATS Akhir Tahun, 24 Visitor Terbaik Terima Penghargaan Home Visit ATS Awards

Emilia Susanti • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:30 WIB
TEKAN ATS: Sekda M. Solikin (13 dari kiri) dan Kadisdik M. Muhsin (14 dari kiri) bersama para pejabat dan visitors yang meraih penghargaan Home Visit ATS Awards 2026 di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (26/8).
TEKAN ATS: Sekda M. Solikin (13 dari kiri) dan Kadisdik M. Muhsin (14 dari kiri) bersama para pejabat dan visitors yang meraih penghargaan Home Visit ATS Awards 2026 di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (26/8).

JP Radar Kediri-Home Visit Awards yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sukses menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Kediri. Ribuan anak berhasil dikembalikan ke bangku sekolah. Mengapresiasi peran visitors, dalam awarding Home Visit Awards kemarin, sebanyak 24 visitor mendapat trofi dan piagam penghargaan.

Dalam awarding di Gedung Bagawanta Bhari kemarin (26/8), Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokamat Muhsin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi sebuah apresiasi bagi mereka yang telah berjuang. Membantu menangani ATS di Bumi Panjalu.

Di program home visit, total ada 750 orang yang berpartisipasi. Mereka adalah guru, tenaga pendidik (tendik), serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Muhsin menegaskan, program home visit yang telah dimulai pada akhir November hingga April tersebut secara nyata bisa menekan angka ATS. Apalagi, pihaknya juga menambalnya dengan program satu GTK satu ATS pada Mei. Serta cegah ATS pada Juni - Juli lalu.

Hingga 25 Agustus, sedikitnya ada 5.456 anak yang akhirnya kembali ke bangku sekolah.

"Ada sisa 5.725 anak yang belum kembali ke sekolah, ini nanti akan teruskan dengan program-program baru," jelasnya.

Disdik Kabupaten Kediri, kata Muhsin, mencatat banyak faktor yang memengaruhi tingginya ATS di Kabupaten Kediri. Dari 5.906 ATS yang sudah terverifikasi, mayoritas tidak sekolah karena sudah bekerja. Jumlahnya sebanyak 2.567 anak.

Dari laporan para visitor,  ada anak yang menjadi sopir, membantu orang tua ke sawah, buruh pabrik, dan sebagainya. Ada pula 843 anak yang belajar ke pondok.

Selanjutnya, 570 anak mengaku tidak ingin sekolah, dan 312 anak merasa tidak perlu melanjutkan pendidikannya. Kemudian, ada 195 anak yang meninggalkan bangku sekolah karena menikah. Sisanya, faktor biaya pendidikan sebanyak 84 anak, dan 230 anak sudah lulus SMA. Selebihnya, ada yang sakit hingga meninggal dunia.

Dengan pekerjaan rumah tersebut, Muhsin menargetkan untuk menekan ATS sekitar 70-80 persen akhir tahun ini.

"Kami akan terus tindaklanjuti dengan visitasi. Harapannya bisa menurunkan hingga 70 - 80 persen, syukur-syukur bisa zero ATS," tuturnya.

Ke depan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan atau penyempurnaan terhadap program-program yang ada. Selebihnya, disdik siap melibatkan lebih banyak pihak dalam menekan ATS.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin menilai keterlibatan banyak pihak dalam penanganan ATS. Sehingga, bisa menjangkau ATS lebih jauh lagi.

Ke depan, menurut Solikin akan terus jadi perhatian. Apalagi, Kabupaten Kediri saat ini juga berkomitmen untuk menjadi daerah layak anak. Karenanya, dia mendorong agar ada lebih banyak kolaborasi ke depannya.

"Semakin banyak stakeholder yang terlibat maka hasilnya akan semakin bagus," ujarnya dalam sambutan.

Untuk diketahui, para penerima penghargaan dalam Home Visit ATS Awards 2026 ditentukan berdasar beberapa penilaian. Di antaranya kualitas temuan, solusi yang ditawarkan kepada ATS, serta kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan home visit. Tak kalah penting, pengaruh media sosial juga menjadi perhatian dalam penilaian.

Penerima penghargaan dibagi dalam empat kategori. Meliputi TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, dan tendik/OPD. Dari masing-masing kategori, juri memilih enam orang terbaik. Sehingga, total penerima penghargaan ada sebanyak 24 orang.

"Kami akan lihat setelah September ini, kalau memungkinkan pergeseran anggaran kami akan menggelar lagi (home visit ATS) sampai akhir tahun dengan harapan hasilnya bisa maksimal, mimpinya zero ATS," tandas Muhsin. (em/ut)

 

Editor : Mahfud
ATS Awards Kabupaten Kediri Home Visit ATS Awards Penerima Penghargaan Home Visit ATS Awards dinas pendidikan kabupaten kediri pemkab kediri