BPS: Desil 10 Belum Tentu Orang Kaya, Ini Penjelasan BPS Yang Wajib Kamu Tahu!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Cek desil 1-10 DTSEN
Cek desil 1-10 DTSEN

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Kegaduhan akibat perubahan desil direspons oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri. Mereka menyebut masyarakat yang masuk desil 10 belum tentu orang kaya. Alasannya, penilaian dilakukan berdasar data keluarga.

Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengatakan, secara statis penilaian dilakukan dengan melihat distribusi. “Contohnya kan kami bagi masing-masing menjadi 10 persen. Ketika 10 persen ini ternyata orang-orang yang kaya raya itu tidak sampai 1 persen maka mereka yang mendekati bisa dimasukkan dalam desil ini,” ujar Emil.

Sembilan persen inilah yang diisi oleh orang-orang dengan variabel yang mendekati atau memenuhi ketentuan. Karenanya, tak heran jika ada masyarakat dengan gaji pas-pasan tapi masuk ke desil 10.

Baca Juga: Cek Desil 1-10 Mudah di dtsen-form.bps.go.id dan cekbansos.kemensos.go.id

Desil di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), lanjut Emil, tidak hanya ditentukan dari penghasilan. Melainkan juga didasarkan pada sejumlah indikator sosial ekonomi. Misalnya, identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan. Kemudian, kondisi dan kualitas tempat tinggal, akses sanitasi dan air minum, kesehatan dan disabilitas, kepimilikan aset, hingga kepemilikan usaha.

“Desil 10 bukan berarti seseorang otomatis kaya. Desil menunjukkan posisi relatif kesejahteraan keluarga dibandingkan keluarga lainnya. Bukan besarnya pendapatan,” lanjutnya.

Pengelompokan desil 1-10, terang Emil, menggunakan pemodelan statistik. Memperhitungkan berbagai variabel kompleks secara menyeluruh untuk menjaga independensi data.

Baca Juga: Dapat Rp 50 Ribu Sudah Jadi Orang Kaya, Ini Keluhan Warga Yang Mengalami Perubahan Desil!

Beberapa variabel yang juga diperhitungkan, di antaranya kondisi fisik rumah, kepemilikan aset, hingga luas lantai rumah per kapita. Selanjutnya dihitung secara proporsional per kapita. Berdasar jumlah anggota keluarga di dalam rumah tangga tersebut.

Jadi kalau satuannya keluarga, nanti jatuhnya per individu namanya per kapita. Per kapita itu ya umpamanya satu rumah ada lima anggota keluarga. Yang bekerja hanya satu orang maka gaji tersbeut dibagi menjadi lima,” terang Emil  memberi contoh.

Perubahan desil yang ramai diLebih lanjut Emil menjelaskan, keluarnya data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta isu perubahan desil yang ramai diperbincangkan masyarakat belakangan ini tidak berkaitan dengan pelaksanaan sensus ekonomi perbincangkan, tutur Emil, tidak terkait dengan sensus ekonomi yang masih berlangsung. DTSEN, jelasnya, merupakan basis data integrasi yang dibentuk dari kolaborasi tiga sumber utama. Yaitu, Regsosek, data BKKBN, serta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

Baca Juga: Apa yang Jadi Penentu Desil Bansos? Sensus Ekonomi 2026 Jadi Jawabannya

 “Desil bersifat dinamis dan terus dimutakhirkan melalui verifikasi, validasi, serta ground check di lapangan,” tandasnya.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
BELUM TENTU ORANG KAYA dinas sosial Desil bps kota kediri kota kediri