Dapat Rp 50 Ribu Sudah Jadi Orang Kaya, Ini Keluhan Warga Yang Mengalami Perubahan Desil!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:10 WIB
Cek desil 1-10 DTSEN
Cek desil 1-10 DTSEN

 

KEDIRI, JP Radar KediriPerubahan data desil tidak hanya ramai diprotes di media sosial. Ratusan warga Kota Kediri mendatangi dinas sosial mempertanyakan perubahan desil mereka yang naik empat kali lipat. Padahal, pendapatan sehari-hari tak berubah.

          Seperti dikeluhkan oleh Zal, 48. Warga Kelurahan Tempurejo, Pesantren itu kaget bukan kepalang. Sebab, dia mendadak masuk kategori desil 8. Padahal sebelumnya dia masuk desil 2. “Naiknya empat kali lipat. Saya kaget dan bingung. Bagaimana nanti jika tidak dapat bansos (bantuan sosial, Red),” ungkapnya.

          Zal mengaku baru tahu perubahan desilnya pada Minggu (16/8) lalu. Dia iseng mengecek desil setelah warga di kampungnya ramai-ramai membahas perubahan desil. Dia pun iseng memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) ke website Kementerian Sosial.

          Betapa terkejutnya, pria yang sebelumnya masuk kategori miskin atau desil 2 itu mendadak naik status. Tak tanggung-tanggung, kini dia menjadi kelompok menengah-atas alias orang kaya. “Saya juga heran kok bisa berubah drastis. Indikator penilaiannya dari mana, ini yang saya tanyakan,” lanjut Zal ditemui di kantor Dinas Sosial Kota Kediri kemarin.

          Seperti sebelumnya, Zal mengaku tidak mengalami kenaikan pendapatan. Sehari-hari dia menggantungkan hidup dari berjualan kopi di warung. Rata-rata dia mendapat uang Rp 50 ribu sehari. “Ya tidak pasti. Kalau sepi pembeli ya tidak dapat apa-apa,” lanjutnya.

Dengan kondisi yang tidak menentu itu, bantuan sosial (bansos) berupa sembako dan bantuan lain yang diterima di momen-momen tertentu, menjadi sangat berharga. Makanya, begitu mengetahui dia masuk ke desil 8, Zal langsung mengurusnya.

“Langsung saya urus (perubahan desil) karena takutnya jadi tidak dapat bansos. Padahal saya membutuhkan,” bebernya.

Kondisi yang sama juga dialami oleh Tin, 38, warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto. Dia juga menjadi salah satu korban perubahan desil yang tidak sesuai dengan realita. Ya tidak sesuai realita. Dari desil 3 sekarang menjadi 5,” terangnya.

Seperti halnya Zal, Tin khawatir perubahan desil itu membuat dirinya tidak bisa lagi menerima bansos. “Kan ini juga ramai kalau desil akan digunakan untuk membeli BBM (bahan bakar minyak, Red). Ribet urusannya kalau tidak segera diurus,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan,  selama dua minggu terakhir sudah ada ratusan warga yang melaporkan perubahan desil. Mayoritas melapor karena bantuan yang sudah ditunggu tidak kunjung cair. Barulah saat dicek ternyata desilnya mengalami perubahan yang cukup dratis. Perubahan dari desil 2 ke desil 8 itu yang paling terasa,” ungkap Imam.

Laporan dari warga itu menurutnya akan langsung diteruskan ke Pusat. Kemungkinan, data akan diperbarui setiap tiga bulan sekali. “Mayoritas selalu berhasil (ubah desil) kalau kondisi riilnya memang seperti itu. Makanya saya selalu menyarankan mengurusnya mulai dari tingkat kelurahan,” tandasnya.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
mengeluh perubahan dinas sosial Desil kota kediri