JP Radar Kediri - Desa Grogol di Kecamatan Grogol punya inovasi dan program yang cukup anti-mainstream. Alih-alih meniru apa yang banyak dilakukan desa lain, desa ini memilih warnanya sendiri. Khususnya dalam hal pengembangan desa, Desa Grogol memilih fokus pada sektor olahraga.
Ketika banyak desa berlomba mengembangkan potensi wisata, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, justru ingin membangun citra sebagai desa olahraga. Berada tak jauh dari Bandara Dhoho, desa ini terkenal dengan berbagai klub olahraganya. Klub yang mewadahi berbagai minat anak-anak ini mulai dibentuk setelah pemerintah desa (pemdes) membangun gedung serbaguna di belakang kantor desa.
Kepala Desa Grogol Suparyono mengatakan, salah satu klub yang sudah berjalan adalah PB Lion. Klub bulutangkis itu sudah berdiri sejak dua tahun lalu. Jumlah siswanya pun kini berkembang hingga lebih dari 75 anak.
Baca Juga: Pemdes Grogol Kediri Bangun Arena Badminton untuk Majukan Olahraga
Anggotanya juga tak hanya berasal dari Desa Grogol. Melainkan dari sejumlah desa di sekitarnya. Klub tersebut juga memiliki pelatih yang merupakan pemain dari PB Jayaraya.
“Saya ingin mengubah mindset jadi desa olahraga, saat kebanyakan desa mengembangkan wisata. Karena di sini tidak ada potensi itu,” ujarnya.
Tak berhenti di bulutangkis, Pemdes Grogol juga mengembangkan olahraga sepak bola. Desa menggandeng Persedikab untuk membentuk Zenith Football Academy. Klub tersebut memang masih terbilang baru dan jumlah peserta yang ikut latihan juga baru tercatat 17 anak. Melalui program itu, diharapkan bisa menelurkan bibit atlet sepak bola sejak usia dini.
Latihan digelar setiap Senin, Rabu, dan Jumat sore di Lapangan Sembak. Para peserta mendapat pendampingan dari pelatih Persedikab. Pesertanya juga tidak terbatas anak-anak Desa Grogol, tetapi terbuka bagi anak dari desa lainnya.
Baca Juga: Profil Suparyono Kepala Desa Grogol, Kediri: Kadesnya Anak Muda!
Bagi Suparyono, pengembangan olahraga di desa bukan semata-mata untuk mengejar prestasi. Namun juga diharapkan menjadi aktivitas positif bagi anak-anak agar memiliki ruang untuk mengembangkan diri.
“Pengen ada kegiatan yang positif dan mengukir prestasi. Karena jika besar nanti anak-anak pasti PD (percaya diri, Red),” ungkapnya.
Untuk mengenalkan klub-klub tersebut, dia juga aktif melakukan promosi. Salah satunya melalui kegiatan di sekolah-sekolah. Saat menghadiri acara perpisahan sekolah dan mendapat kesempatan memberikan sambutan, Suparyono memanfaatkannya untuk mengenalkan klub olahraga yang ada di desanya. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui media sosial. Saat kegiatan latihan berlangsung, aktivitas anak-anak direkam dan dibagikan melalui status media sosial.
Seiring waktu, anggota klub juga mulai mengikuti berbagai perlombaan olahraga dengan membawa nama sekolah masing-masing. Suparyono berharap keberadaan klub-klub tersebut bisa terus berkembang. Sehingga Desa Grogol tidak hanya memiliki anak-anak yang aktif berolahraga, tetapi juga mampu melahirkan bibit atlet berprestasi.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri