KEDIRI, JP Radar Kediri–Penutupan Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Panglima akibat pembangunan Jembatan Kaliombo I dan crossing drainase bikin pengendara dari luar kota kebingungan memilih jalan. Hanya dalam waktu 10 menit, sudah ada lima unit kendaraan yang kebingungan memilih akses jalan karena telanjur belok ke utara di Jl PB Sudirman.
Seperti dialami Fauzi Ardiansyah. Warga Kota Malang yang sedang berkunjung ke rumah mertuanya di Kecamatan Ngadiluwih itu berencana melewati Jl PB Sudirman untuk ke Jl Pattimura dan membeli nasi pecel di sana.
“Saya kira penutupannya cuma di Jalan Urip Sumoharjo. Makanya setelah simpang empat terminal lama saya belok ke kiri menuju Jalan Brigjen Katamso. Eh, ketika mau belok kanan ada barikade larangan melintas,” keluh pria yang akrab disapa Ozy itu.
Kepalang basah, mobil yang telanjur menyalakan sein kanan itu tidak bisa mundur. Sebab, di belakang juga sudah ada kendaraan yang membunyikan klakson. Padahal, di sisi berlawanan lampu hijau juga sudah menyala.
“Dikiranya saya bandel tidak mau mematuhi aturan melintas. Tapi kenyataannya saya kebingungan. Di sana juga tidak ada petugas yang mengarahkan,” keluh pria berusia 30 tahun itu.
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh Aprillia, 32. Warga Surabaya yang hendak ke rumah orang tuanya di Kecamatan Kras itu kebingungan mencari jalan karena dua ruas jalan tersebut ditutup akibat proyek.
“Saya sudah lama tidak ke sini (Kediri, Red) sejak orang tua meninggal. Baru kembali datang semuanya sudah berubah,” lanjutnya.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Proyek Drainase Jalan Panglima Sudirman Masih Dibahas
Saat dari arah utara, April mengkau sudah mengikuti jalur alternatif yang disediakan. Yaitu berbelok ke Jalan Pattimura hingga simpang empat Reco Petung. Dia pun berbelok ke kanan menuju ke Jl Kilisuci hingga simpang empat Baruna.
Rupanya, di sana dia tidak melihat pemberitahuan tentang penutupan Jl Brigjen Katamso hingga berbelok ke kanan. “Ternyata sampai simpang empat Alun-Alun Kota Kediri mau belok kiri juga ada tulisan penutupan Jalan Urip Sumoharjo. Kayaknya ada dua kendaraan dibelakang saya yang juga kecele,” sesalnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, dalam waktu 10 menit, sedikitnya ada lima kendaraan luar kota yang kebingungan. Mayoritas adalah truk tronton yang membawa muatan.
Mereka berkendara dari arah barat ke timur. Ada yang berencana ingin belok kanan menuju Jalan Urip Sumoharjo tapi ternyata ada barikade. Kendaraan sempat berhenti dua menit sebelum akhirnya memilih lurus ke timur karena kendaraan di belakang membunyikan klakson.
Baca Juga: Atasi Banjir, Pemkot Kediri Bangun Crossing Drainase di Jalan Pattimura dan Joyoboyo
Terkait banyaknya pengendara kendaraan yang kebingungan tanpa ada petugas yang mengarahkan, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Arifin Priyo Ananto mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan delapan personel di empat titik. Yakni, simpang empat pos sumur bor, simpang empat reco pentung, simpang empat baruna, dan simpang empat Alun-Alun Kota Kediri.
“Selalu ada anggota di jam-jam kepadatan arus lalu lintas. Seperti pagi dan sore hari di jam keberangkatan anak-anak sekolah dan orang berangkat kerja. Pukul 06.00 dan 17.15,” dalihnya.
Sementara itu, sejumlah kendaraan dari luar kota yang kebingungan memilih jalan itu akhirnya memilih lewat Jl Sultan Agung. Kondisi tersebut membuat lalu lintas di sana makin padat. Selebihnya, ada pula yang memilih melewati gang 3 Kelurahan Setonopande.
Dengan kondisi jalan yang sempit, kendaraan akhirnya kesulitan melintas di sana. Sebaliknya, mereka juga kesulitan untuk berbalik arah. Kondisi tersebut yang menghambat arus lalu lintas. “Sampai ada yang bertengkar karena mobil nekat masuk ke gang 3 di Setonopande,” aku Fatimah, warga setempat.
Baca Juga: Sudah 20 Tahun Tak Tersentuh, Drainase Kediri Akhirnya Diperbaiki. Ini Rencana Besar Pemkot.
Senada dengan pengendara dari luar kota, Fatimah berharap otoritas terkait tidak hanya memasang rambu-rambu saja. Melainkan juga menempatkan petugas di jalan-jalan yang jadi akses kendaraan. “Agar tidak ada lagi kendaraan yang salah jalur lagi,” pintanya.
Terpisah, Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Yeriastika mengatakan, penjagaan di akses tersebut sebenarnya sudah masuk rencana pengaturan lalu lintas. “Seharusnya ada, karena informasi dari pihak pelaksana siap menempatkan petugas di akses tersebut,” terang Yeriastika.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri