JP Radar Kediri-Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri berencana menerapkan parkir digital di lima pasar yang mereka kelola. Dengan sistem baru itu, kebocoran salah satu potensi retribusi tersebut bisa dicegah. Mereka pun optimistis pendapatan asli daerah (PAD) bisa naik hingga 50 persen.
Untuk diketahui, parkir dengan sistem barrier gate selama ini sudah diterapkan di Pasar Banjaran dan Pasar Grosir Ngronggo. Sistem parkir digital ini membuat pengendara mengambil karcis mandiri saat masuk ke area pasar dan membayar lewat pos yang disiapkan saat mereka keluar.
Direktur Utama Perumda Pasar Jayabaya Djauhari Lutfi berharap, penerapan parkir digital akan berdampak signifikan pada pendapatan Perumda Pasar Joyoboyo. “Selain itu juga sebagai bagian dari transformasi penggunaan sistem digital dan memastikan seluruh proses tersistem sehingga tidak ada kebocoran,” ujar pria yang akrab disapa Luthfi itu.
Baca Juga: Lipsus Parkir Digital (1) : Bayar Parkir Pakai Cara Digital, Bisakah Jadi Alat Pendongkrak PAD?
Untuk menerapkan parkir digital di satu pasar, menurut Lutfi dibutuhkan anggaran sekitar Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Anggaran tersebut tidak hanya untuk pengadaan perangkat keras seperti palang pintu. Namun juga untuk pengembangan aplikasi sistem yang kompleks. Lengkap dengan infrastruktur pendukung. Termasuk pemasangan kabel khusus karena jarak antar-gate yang cukup jauh di pasar.
Selain di Pasar Grosir Ngronggo dan Pasar Banjaran, rencananya parkir digital juga diterapkan di Pasar Setonobetek, Pasar Pahing, dan Pasar Bandar. Sehingga, tahun ini aka nada lima pasar yang sistem parkirnya sudah digital.
Khusus untuk Pasar Setonobetek, sistem yang akan diterapkan merupakan pembaruan dan pelengkap dari infrastruktur sebelumnya. Nantinya, perumda akan memasang lima unit barrier gate. Yakni untuk memisahkan alur kendaraan roda dua dan roda empat. Lengkap dengan sistem yang terintegrasi antara area depan dan belakang pasar. “Dengan anggaran yang hampir sama dengan Pasar Grosir, yakni di kisaran Rp 200 juta,” lanjutnya.
Baca Juga: Lipsus Parkir Digital (2) : Minimalkan Kebocoran tapi Masih Ada Ketimpangan, Apa Itu?
Adapun untuk Pasar Bandar dan Pasar Pahing, masing-masing akan dilengkapi dengan empat hingga lima unit barrier gate. Mengingat skala dan kebutuhan infrastruktur yang berbeda, alokasi anggaran untuk dua pasar ini diperkirakan sekitar Rp150 juta per lokasi. Jauh lebih murah dibanding proyek di pasar grosir maupun Setonobetek.
Untuk diketahui, Perumda Pasar Joyoboyo mengelola total sembilan pasar. Jika di lima pasar sudah digagas parkir digital, menurut Lutfi untuk empat pasar lainnya masih belum memungkinkan.
Alasannya, karakteristik Pasar Mrican, Pasar Bandarngalim, Pasar Hewan, dan Pasar Bawang berbeda. Empat pasar tersebut masih akan tetap mengadopsi parkir manual.
Baca Juga: Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Target 4 Pasar Pasang Parkir Digital
Berdasar evaluasi, Lutfi menargetkan pemasangan sarpras parkir digital bisa selesai Oktober nanti. Jika parkir digital bisa diterapkan di awal triwulan keempat, dia menargetkan pendapatan retribusi parkir bisa meningkat hingga 50 persen.
Rinciannya, pendapatan parkir dari tiap pasar ditarget naik 10 persen. Sehingga, capaian retribusi untuk lima pasar saja sudah naik 50 persen. “Diharapkan sistem parkir elektronik sudah bisa beroperasi penuh untuk melayani masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah,” tandasnya.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri