KEDIRI, JP Radar Kediri – Jalan Urip Sumoharjo rencananya akan dibuka lebih awal untuk kendaraan roda dua. Itu menyusul skema pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan di tahap akhir pembangunan Jembatan Kaliombo. Rencananya, pengaspalan jalan ditargetkan selesai pada akhir Agustus nanti.
Setelah pengaspalan selesai, harapannya jalan tersebut bisa kembali dibuka. Pelaksana pembangunan Jembatan Kaliombo menyebut pengaspalan bisa dilakukan setelah proses pemadatan jalan rampung. Namun untuk tanggal pelaksanaan pengaspalan masih menunggu kepastian dari pihak kontraktor.
“Setelah proses pengaspalan, jembatan akan dibuka untuk kendaraan roda dua terlebih dahulu. Itu nanti di sekitar akhir Agustus atau awal September. Nanti akan kami update,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Arief Cholisudin. Sementara itu, kendaraan roda empat atau lebih belum diperkenankan melintas.
Baca Juga: Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri Bakal Dibuka Akhir Agustus? Begini Penjelasannya
Dengan adanya penutupan dan pengalihan arus di beberapa tempat terdampak pembangunan, dishub kemungkinan akan memberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas. Yakni, dari arah selatan ke utara maupun sebaliknya. Skema ini untuk mengatur kendaraan yang melintas di area proyek agar tidak terjadi penumpukan.
“Mangga bisa mencari jalur-jalur alternatif untuk menghindari titik-titik kemungkinan adanya kepadatan. Dan mungkin kalau memang berkenan sementara ini naik sepeda motor saja biar bisa memperlancar arus lalu lintas,” pesan pria yang akrab disapa Cholis itu.
Untuk membantu kelancaran, dishub juga akan menurunkan personel yang ditempatkan di titik-titik rawan dan jalur alternatif. “Nanti di hari-hari awal pasti akan ada petugas. Cuma kami juga kerjasama dengan pelaksana, mereka nanti juga akan menyiagakan tenaga dari mereka untuk membantu pengaturan lalu lintas di sekitar proyek,” bebernya.
Lebih jauh Cholis menjelaskan, petugas yang diterjunkan tidak akan melakukan pengaturan 24 jam penuh. Melainkan difokuskan pada jam-jam sibuk.
“Ya kemungkinan di jam-jam crowded yang nanti kami turunkan. Jam-jam crowded itu biasanya di jam berangkat kerja sama jam pulang kerja,” terang Cholis.
Dengan skema ini, dishub berharap proses finishing Jembatan Kaliombo I berjalan lancar dan dampak kemacetan bisa ditekan. Dia juga mengimbau masyarakat bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan selama proyek masih berjalan.
“Mohon maaf jika perjalanan masyarakat terganggu. Karena Kota Kediri memang sedang banyak pembangunan. Jika hendak berpergian bisa memilih jalur alternatif yang telah disediakan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, perbaikan Jembatan Kaliombo I diprediksi berlangsung selama sekitar tujuh bulan. Meski demikian, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengaku akan melakukan percepatan. Proyek dari Pusat itu ditargetkan bisa selesai Oktober nanti.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri