KEDIRI, JP Radar Kediri-Perbaikan Jembatan Kaliombo I di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri agaknya akan selesai lebih cepat. Rekanan menargetkan pengaspalan bisa selesai akhir Agustus. Jalan nasional yang ditutup sejak akhir Mei lalu itu pun diharapkan bisa kembali dilewati akhir bulan ini.
Pelaksana Proyek Jembatan Kaliombo Sukisno mengatakan, hingga kemarin proyek jembatan masih dalam tahap pemadatan. “Untuk sementara progresnya (fisik jembatan) sekitar 50 persen. Saat ini proses pemadatan,” ujar Sukisno.
Proses pemadatan, lanjut Sukisno, hanya butuh waktu sekitar 1-2 hari saja. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan proses lapisan fondasi di bagian bawah dan atas. Masing-masing tahapan butuh waktu masing-masing 2 hari.
Setelah dua proses tersebut selesai, barulah dilanjutkan dengan pengaspalan. Jika tidak ada kendala, diperkirakan hanya butuh waktu sekitar 2-3 hari. “Setelah nanti semua selesai, termasuk pengaspalan, akan dilanjutkan dengan pemberian marka,” lanjutnya.
Untuk diketahui, meski bentang Jembatan Kaliombo tidak sebesar jembatan lain di Kota Kediri, dalam proses pembangunan baru rekanan tetap membongkar total konstruksi lama. Karenanya, pekerjaan di lapangan tetap lebih kompleks dibanding sekadar renovasi.
Dengan kontrak kerja yang berlangsung hingga Desember 2026, Sukisno menyebut, pihaknya akan menggunakan sisa waktu untuk pekerjaan akhir atau finishing. Sehingga, hasil pembangunan bisa maksimal dan sesuai spesifikasi.
“Harapan saya akhir Agustus sudah selesai pengaspalan sehingga bisa dilintasi oleh pengendara,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Meski pengaspalan selesai, Sukisno memastikan pihaknya akan tetap memasang rambu-rambu di lokasi. Hal itu sekaligus jadi tanda bahwa pelaksana proyek masih melakukan finishing. Terutama di pinggir jalan dan jembatan.
“Itu nanti (saat finishing) paling saya kasih rambu agar pengguna jalan agak ke tengah. Bisa dilewati kanan-kiri, cuma ya agak padat,” paparnya.
Sukisno menegaskan, dalam proses pengerjaan jembatan pihaknya harus melakukan dengan teliti dan hati-hati. pasalnya, di lokasi banyak jaringan kabel dan pipa PDAM. Mereka berupaya mencegah kebocoran yang bisa menghambat progres fisik.
Selebihnya, lokasi jembatan yang ada di dekat pemukiman penduduk juga membuat pekerja proyek lebih selektif dalam memilih waktu. Pertimbangannya agar tidak menganggu warga sekitar.
“Paling kami lembur kalau waktu pengecoran. Saat malam hari agar hasilnya lebih bagus,” tandasnya.
Baca Juga: Semprit Kendaraan Berat Lewat Jalur Alternatif Imbas Penggantian Jembatan Kaliombo I Kota Kediri
Seperti diberitakan, perbaikan Jembatan Kaliombo I diprediksi berlangsung selama sekitar tujuh bulan. Meski demikian, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengaku akan melakukan percepatan. Proyek dari Pusat itu ditargetkan bisa selesai Oktober nanti.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri