JP Radar Kediri-Pemkot Kediri mulai menyosialisasikan rencana pembangunan gedung parkir di Jalan Dhoho. Gedung parkir ini diproyeksikan bisa mengurai benang kusut problem perparkiran di jalan paling ikonik di Kediri ini.
Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri menyebut, seluruh warga terdampak telah diberikan sosialisasi. Di luar itu, sosialisasi lanjutan akan kembali digelar menyikapi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pemkot Kediri dengan Komisi C DPRD Kota Kediri pekan lalu.
Baca Juga: Siapkan Gedung Parkir Lima Lantai di Jalan Dhoho, Pemkot Kediri Rencana Realisasikan pada 2027!
Kepala BPPKAD Kota Kediri Sugeng Wahyu Purba Kelana mengatakan, sebelum RDP digelar, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Khususnya pengelola toko yang menempati bangunan aset Pemkot Kediri di Jalan Dhoho.
“Sudah kami sosialisasikan. (Masyarakat terdampak) diundang untuk sosialisasi,” ujar Sugeng.
Namun begitu, sosialisasi lanjutan akan kembali digelar. Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Agung Purnomo. Menurutnya, sosialisasi harus digencarkan sebelum tenggat pengosongan diberlakukan. Selain memberikan pemahaman yang utuh terkait rencana proyek infrastruktur yang akan direalisasikan pada 2027 tersebut, juga memitigasi kendala selama proyek berjalan.
“Kami ingin memfasilitasi warga ini supaya mereka uneg-unegnya juga tersampaikan. Agar nanti kalaupun bergeser di bulan 11 (November, Red) dikosongkan, tidak ada resistensi juga,” kata Agung.
Agung menambahkan, dari hasil RDP itu, sementara ini disampaikan bahwa target pengosongan bangunan terdampak itu pada November mendatang. Setelah itu, pemkot akan mulai melaksanakan tahapan selanjutnya. Termasuk proyek fisik yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027 mendatang.
Untuk diketahui, mengawali rencana penataan kawasan Jalan Dhoho, Pemkot Kediri berencana membangun tempat parkir lima lantai tahun depan. Untuk merealisasikan itu, pemkot menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 35 miliar. Rencananya, sosialisasi akan kembali digelar paling cepat Agustus ini dengan menghadirkan pengelola toko terdampak serta para pihak terkait.(*)
Editor : Mahfud