KEDIRI, JP Radar Kediri – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri terus mematangkan rencana revitalisasi Pasar Campurejo. Salah satunya dengan mematangkan konsep yang akan diterapkan nantinya.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan. Dia menyebut jika konsep revitalisasi pasar akan mengarah ke modern. “Jadi secara konsep pasar tradisional yang mengarah ke modern,” ujar pria yang akrab disapa Ridwan itu.
Menurutnya, modern ini dalam artian pengelolaannya. Pengelolaan ke depan diharapkan lebih baik, bersih, nyaman, dan lengkap. Sehingga masyarakat tak lagi malas untuk datang ke pasar.
Baca Juga: Rehab Pasar Campurejo Kota Kediri Butuh Rp 14 M, Realisasi Masih Tunggu Ini!
Diakuinya, image pasar tradisional di kalangan masyarakat saat ini adalah jorok, kumuh, dan tak menarik untuk dikunjungi. Oleh karenanya, perlu perubahan konsep yang menyesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Yang penting pasar itu bisa jadi tempat yang tidak hanya mencukupi kebutuhan pokok warga tetapi juga sebagai tempat wisata. Sehingga aktivitas yang dilakukan di pasar tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak,” tutur Ridwan.
Hanya saja dia menyebut jika arah konsep revitalisasi Pasar Campurejo belum dipastikan secara mutlak akan menyerupai Pasar Banjaran atau pasar percontohan lainnya.
Baca Juga: Tarif Sewa Lapak Pasar Campurejo di Kota Kediri Meroket, Ini Penyebabnya
Namun begitu, pihaknya menyebut tidak menutup kemungkinan adanya penambahan fasilitas seperti pusat kuliner atau sentra jajanan. Seperti yang ada di Pasar Banjaran, Setonobetek, dan Pasar Pahing.
“Aspek modernisasi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga merambah ke sistem transaksi digital, seperti penggunaan QRIS untuk mempermudah pembayaran non-tunai,” ungkapnya.
Dengan mengusung konsep modern, fungsi utama pasar sebagai pusat pemenuhan kebutuhan pokok warga tetap menjadi prioritas utama. Tetapi pemerintah juga berharap pasar ini nantinya memiliki daya tarik tambahan berupa nuansa wisata pasar (market tourism). Sehingga mampu menarik kembali minat generasi muda untuk berkunjung dan berbelanja secara langsung.
Baca Juga: Dikira Jimat, Warga Campurejo Temukan Mortir Sisa Perang
“Pasar tradisional ini sangat strategis. Selain dekat kawasan pendidikan dan pondok pesantren, jaraknya juga cukup jauh dari pasar tradisional lainnya. Sehingga keberadaannya jadi tumpuan masyarakat,” tandas Ridwan.
Seperti yang diberitakan, Pemkot Kediri bersama Kementrian Perdagangan RI berencana melakukan revitalisasi Pasar Campurejo. Perkiraan kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut tidak main-main. Menginjak angka belasan miliar rupiah. Namun demikian, hingga saat ini pihaknya masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi. Terkait kepastian realisasi dan pelaksanaan masih menunggu pemerintah pusat. (la/tar)
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri