Ratusan Koperasi di Kota Kediri Tidak Aktif? Ini Penyebabnya!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 07:00 WIB
Gandeng anak muda terlibat di kepengurusan koperasi agar regenerasi bisa dilakukan. (Hilda/JPRK)
Gandeng anak muda terlibat di kepengurusan koperasi agar regenerasi bisa dilakukan. (Hilda/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar KediriRatusan koperasi di Kota Kediri disinyalir tidak aktif alias tidak berkegiatan secara rutin. Indikasinya, dari 584 koperasi yang terdata di sistem, belum ada separo yang melaporkan rapat anggota tahunannya (RAT) ke Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri hingga Juli ini.

Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri Eko Lukmono Hadi melalui Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Baiq R. Jannah mengatakan, hingga Juli ini baru 258 koperasi yang melaporkan RAT mereka. “Sampai  Juli ini total ada 584 koperasi yang terdata di sistem. Yang sudah aktif berkegiatan dan melaporkan RAT-nya ke kami itu sudah 258,” ujar perempuan yang akrab disapa Jannah itu.

Apakah 326 koperasi lainnya tidak aktif? menurut Jannah hal itu belum bisa dipastikan. Sebab, bisa saja koperasi masih berkegiatan tetapi belum melaporkan RAT mereka. Apalagi, pelaporannya juga masih berjalan.

Baca Juga: Peringatan Hari Koperasi dan HUT Bhayangkara di Plemahan Kediri, Wakapolres Apresiasi Sinergi Koperasi dan Forkopimcam Plemahan

Kemungkinan juga sudah RAT tapi belum melapor. Ini kan masih tunggu sampai selesai tahun ini. Untuk kegiatannya di tahun 2025 dilaporkan di tahun 2026,” lanjutnya.

Terkait banyaknya koperasi yang belum melaporkan RAT mereka, menurut Jannah hal itu bisa saja terjadi karena beberapa sebab. Di antaranya, pelaporan terkendala karena banyak pengurus koperasi yang sudah berusia senja. Mayoritas di atas 50 tahun. Sehingga mereka kurang memahami pelaporan secara digital.

“Karena mereka kan banyak yang belum bisa mengakses (laporan digital). Itu yang menjadi persoalan adalah SDM (sumber daya manusia),” terangnya.

Baca Juga: Dewan Kota Kediri Tuntut Koperasi Melek Inovasi, Perkuat Ekonomi bagi Pelaku UMKM

          Sebaliknya, pengurus koperasi yang berusia muda masih sangat minim. Karenanya, menurut Jannah memang diperlukan keterlibatan anak muda dalam kepengurusannya.

“Kalau presentase anak muda yang terlibat (pengurus koperasi) masih kurang dari 10 persen. Maka dari itu kami perlu menggandeng anak muda agar mau terlibat minimal di lingkungan sekitarnya,” bebernya.

Selain SDM, diakui Jannah fasilitas pendukung juga masih minim. Mayoritas koperasi belum punya laptop yang bisa digunakan untuk pendataan digital. Makanya kami memfasilitasi mereka untuk datang ke kantor. Kami bantu untuk mengerjakan dengan harapan nantinya bisa lebih mandiri,” tandasnya.

Baca Juga: Melihat Keberlangsungan KDMP di Kediri Raya (2), Ini Kata Pengamat Yang Wajib Diperhatikan Agar Koperasi Berlangsung Lama! 
         
Sementara itu, meski banyak koperasi yang belum melaporkan RAT mereka, menurut Jannah ratusan koperasi rukun warga (RW) masih tetap aktif. Sebanyak 157 koperasi RW yang terbentuk 2015 silam itu tetap utuh sampai sekarang.

Bahkan, ada yang berhasil memberikan pinjaman uang Rp 100 juta kepada anggota tanpa jaminan. “Anggotanya sudah ratusan. Keberjalanannya lancar  dan tidak ada kemacetan (pembayaran, Red),” bebernya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
TIDAK AKTIF BELUM MELAPORKAN RAT REGENRASI SULIT koperasi kota kediri