KEDIRI, JP Radar Kediri – Kekerasan anak yang terjadi di wilayah Kota Kediri mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Terhitung kenaikannya mencapai angka ratusan persen.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Kediri Suwarsi. Dia menyebut jika kasus kekerasan anak meningkat tajam. “Kasus kekerasan anak 6 bulan terakhir di Kota Kediri naik. Sampai Juni ada 51 kasus,” ujar Suwarsi.
Menurutnya, jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya ada 18 kasus. Sehingga jika dipresentasikan kenaikannya hampir 300 persen. Ditanya terkait presentasenya jumlah kekerasan anak, Suwarsi menyebut pada anak laki-laki tidak sampai 50 persen. Sehingga yang mendominasi tetap anak perempuan.
Baca Juga: Hubungan dengan Anak Renggang, Ruben Onsu Beberkan Penyebab Anaknya Tidak Suka Kepada Dirinya
“Kalau dari 51 itu yang banyak (mengalami kekerasan, Red) adalah perempuan,” bebernya. Perempuan yang sehari-hari memakai kacamata itu menyebut jika ada kekerasan fisik, seksual, psikologi, bullying hingga penelantaran.
Dengan rincian jumlahnya yaitu kekerasan fisik 16 kasus. Kekerasan seksual 8 kasus. Kekerasan psikologis 10 kasus. Lalu, penelantaran 6 kasus. Ironisnya mayoritas pelaku adalah orang terdekat. “Bisa jadi tetangganya, omnya, atau orang yang dititipi,” ungkap Suwarsi.
Dia menyebut pihaknya selalu menekankan agar orang tua mendorong anak berani speak up. Salah satunya lewat edukasi tentang batasan area privat tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain.
Baca Juga: Pembacok Ibu dan Anak di Semen Jadi Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya!
Lebih lanjut Suwarsi menjelaskan, seringkali korban juga berasal dari keluarga yang tak utuh. Sehingga mencari perhatian di orang lain dan berujung menjadi korban kekerasan seksual. Yang tak bisa diselesaikan hanya dengan mediasi. Harus ada pendampingan korban baik secara psikologis maupun di ranah hukum.
“Jadi kami dampingi dan kuatkan dengan didatangkan psikolog dulu. Sebelum dia masuk kepolisian, harus kami kuatkan dulu mentalnya,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri