Dhito Cek Rumah Nenek yang Nyaris Ambruk, Periksa Kesehatan dan Bantu Akses Sekolah Cucunya.

Himalaya Azzahra • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 05:23 WIB

 

Bupati Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) berbincang dengan Umi Khoiriyah, 63, dan keluarganya, di Desa Semanding, Pagu. Lansia yang rumahnya hampir ambruk itu juga mendapat bantuan kesehatan dan akses pendidikan.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) berbincang dengan Umi Khoiriyah, 63, dan keluarganya, di Desa Semanding, Pagu. Lansia yang rumahnya hampir ambruk itu juga mendapat bantuan kesehatan dan akses pendidikan

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Derita yang dialami Umi Khoiriyah, 63, warga Desa Semanding, Pagu, masuk ke telinga Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Kondisi lansia yang tinggal di rumah nyaris roboh itu membuat Dhito mengunjunginya kemarin (23/7).

          Setelah berbincang dengan Umi, Dhito langsung meminta dinas kesehatan memeriksa kesehatan lansia yang menderita stroke itu secara berkala. Bapak dua anak itu juga meminta dinas tenaga kerja membantu Samuel Paulus, 38, anak Umi, yang menganggur empat bulan.

          Adapun cucu Umi yang putus sekolah diarahkan untuk ikut kejar paket A. “Nanti tahun depan bisa masuk ke SMP,” ungkap Dhito.

Untuk diketahui, sebelumnya kondisi Umi yang rumahnya hampir roboh jadi perbincangan luas. Warga pun bergotong royong membantu memperbaiki rumah dengan material seadanya.

Baca Juga: Siap Hibahkan 5,5 Hektare untuk Hotel Haji, Bupati Kediri Dhito Cek Aset yang Akan Diberikan ke Kemenhaj

Dhito yang mendengar hal itu langsung menginstruksikan penanganan lanjutan. “Ibunya (Umi) memiliki riwayat stroke, sudah saya bilang ke kadinkes untuk mengecek kesehatannya. Untuk anaknya yang sudah tidak bekerja empat bulan di usia produktif, saya suruh segera bekerja. Kadisnaker juga sudah saya tugasi,” lanjut bupati dua periode itu.

          Sementara itu, Samuel, anak sulung Umi mengaku anaknya tidak melanjutkan sekolah karena terkendala administrasi kependudukan. Pernikahannya yang berbeda agama membuat kedua anaknya belum punya nomor induk kependudukan (NIK).

Baca Juga: Dikunjungi Bupati Dhito, Mbah Minem Semringah, Ajak Forkopimda Serahkan Bantuan kepada Lansia Ngadiluwih Kediri

Mengapa Samuel tidak mengurus administrasi kependudukan anaknya? dia mengaku belum mengurus karena keterbatasan sarana. Setelah bercerai pada 2020 lalu, praktis dia harus merawat dua anak dan ibunya. “Saya merawat anak-anak dan jujur tidak tahu cara mengurusnya. Saya pikir pasti rumit,” paparnya senang karena keluarganya mendapat dukungan dari Pemkab Kediri.

Editor : Andhika Attar Anindita
pagu kediri 2026 hanindhito himawan pramana bupati kediri bantuan