Rehab Pasar Campurejo Kota Kediri Butuh Rp 14 M, Realisasi Masih Tunggu Ini!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB
BUTUH PEREMAJAAN: Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Campurejo, Kota Kediri. Pemkot mengajukan revitalisasi pasar tersebut ke pemerintah pusat. (Wahyu Adji/JPRK)
BUTUH PEREMAJAAN: Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Campurejo, Kota Kediri. Pemkot mengajukan revitalisasi pasar tersebut ke pemerintah pusat. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Pemkot Kediri bersama Kementrian Perdagangan RI berencana melakukan revitalisasi Pasar Campurejo. Perkiraan kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut tidak main-main. Menginjak angka belasan miliar rupiah.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin)  Kota Kediri M. Ridwan. Dia menyebut jika sudah mengajukan usulan rencana anggaran biaya (RAB) sekitar Rp 14 miliar. Yang jelas kami sudah mengajukan usulan RAB-nya. Tapi realisasinya berapa masih belum tahu,” ujar Ridwan.

Ya, terkait anggaran untuk melakukan revitalisasi ini belum diketahui secara pasti. Sebab anggaran yang akan digunakan berasal dari bantuan pemerintah pusat. Namun demikian, pada Juni lalu Pemkot Kediri bersama tim dari Kementerian Perdagangan RI sudah turun langsung meninjau kondisi Pasar Campurejo. Hasilnya, secara teknis tidak ada yang dipermasalahkan. Hanya saja ada beberapa persyaratan administrasi masih perlu dilengkapi.

Baca Juga: Pedagang Tunggu Kepastian Revitalisasi Pasar Ngadiluwih

“Ya lebih ke administrasi. Untuk spek teknis, mereka tidak mempermasalahkan. Jadi tinggal administrasi yang perlu kami lengkapi,” tutur Ridwan.

Lalu kapan revitalisasi akan dilakukan? Ridwan menyebut harapannya bisa mulai dilaksanakan tahun depan. Namun hingga saat ini belum ada final kaitannya dengan kabar pelaksanaannya.

“Keinginan kami seperti itu (revitalisasi dilakukan tahun 2027, Red). Tapi belum ada final kaitan dengan kabar pelaksanaannya. Kami masih dalam proses pengajuan dan belum ada keputusan dari sana (kementrian perdagangan, Red),” bebernya.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar untuk Dongkrak Perekonomian Masyarakat

Pantauan media ini, kondisi bangunan pasar yang telah berdiri sejak tahun 1997 tersebut kini mulai mengalami pelapukan di sejumlah titik.  Bahkan beberapa bagian dinilai memerlukan penanganan segera demi menjaga keselamatan pedagang maupun pengunjung.

Saat ini Pasar Campurejo menampung sekitar 170 pedagang dengan luas area lebih dari 4.000 meter persegi. Keberadaannya pun sangat strategis karena berada di kawasan pendidikan, pondok pesantren, dan permukiman warga yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Lokasinya (Pasar Campurejo, Red) sangat potensial. Selain dekat kawasan pendidikan dan pondok pesantren, jaraknya juga cukup jauh dari pasar tradisional lainnya. Sehingga keberadaannya jadi tumpuan masyarakat,” ucap Ridwan.

Baca Juga: Banyak Genangan, Pemkab Rencanakan Revitalisasi Pasar Gurah

Sementara itu Sri, 48, salah satu pedagang di Pasar Campurejo mengaku senang adanya revitalisasi bangunan pasar. Sebab beberapa tahun terakhir ini kondisinya memang cukup memprihatinkan. “Ada yang bagian atapnya hampir roboh. Hingga bangunan kayunya mulai lapuk,” aku warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto itu.

Meski merasa senang, juga ada kekhawatiran didalam benaknya. Itu terkait dengan tempat relokasi nantinya. Yang mungkin akan memberi pengaruh pada penjualannya. “Ya senang tapi juga khawatir. Kalau direlokasi nanti takutnya langganan tidak tahu tempatnya atau justru berpindah ke pedagang lainnya,” pungkas Sri

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
REVITALISASI PASAR 14 MILYAR disperdagin kecamatan mojoroto Pasar Campurejo