KOTA, JP Radar Kediri- Sekitar 10.000 siswa-siswi SMP hingga SMA sederajat mengikuti Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan 2026 di Stadion Brawijaya, Jumat (17/7) sore. Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Adi Prayitno.
Gelaran bertajuk "Benteng Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045" tersebut berlangsung sukses dengan antusiasme peserta yang tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan pentingnya peran pelajar SMA-SMK sebagai penggerak ketahanan pangan. "Anak-anak muda kita terutama di Pramuka harus mengenal kembali bahwa negara kita ini adalah negara agraris," ujarnya. Hal ini sejalan dengan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang mengubah lahan kosong sekolah menjadi kawasan produktif.
Saat meninjau lokasi, Aries juga tampak didampingi secara langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Adi Prayitno. Aries menjelaskan bahwa program ketahanan pangan di sekolah bukan sekadar rutinitas menanam lalu memanen hasil. Seluruh proses dari awal tanam hingga tumbuh kembang dinilai sebagai bentuk pembelajaran mendalam atau deep learning bagi para siswa.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi strategis di bidang pendidikan ini. Ia berharap gerakan kepramukaan tersebut tidak hanya berhenti pada acara seremoni semata tanpa hasil nyata. Setiap gugus depan dan sekolah diharapkan mulai membangun kebun pangan atau mengelola lahan produktif secara mandiri.
Melalui pembiasaan sejak dini, para pelajar ini diharapkan memiliki keterampilan khusus dalam memanfaatkan pekarangan sekolah. Inovasi pertanian modern seperti hidroponik dan smart farming dapat diaplikasikan dengan mudah tanpa memerlukan lahan luas. Langkah-langkah kecil namun konsisten ini diyakini mampu menjaga kedaulatan pangan Indonesia di masa depan
Editor : Shinta Nurma Ababil