Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Larasati Grogi Praktik Bikin Kopi untuk Bupati, Dhito Sidak Pelaksanaan Pelatihan di BLK Plemahan

Emilia Susanti • Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:05 WIB
SKILL BARU: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelaksanaan pelatihan kerja di BLK Plemahan pada Jumat (17/7). (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)
SKILL BARU: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelaksanaan pelatihan kerja di BLK Plemahan pada Jumat (17/7). (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Suasana kelas di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogokidul, Kecamatan Plemahan, kemarin siang mendadak ‘kaku’. Ini terjadi saat Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengecek pelatihan keterampilan yang diikuti oleh ratusan pemuda. Salah satu peserta tak bisa menyembunyikan rasa kikuknya saat diminta praktik membuatkan kopi untuk orang nomor satu di Pemkab Kediri itu.

​Ada sejumlah keterampilan yang diajarkan di BLK kemarin. Di antaranya, keterampilan meracik kopi yang memang banyak diminati. Dhito pun meminta peserta untuk praktik membuat kopi Americano dingin. “Esnya setengah saja,” pinta Dhito sambil tersenyum.

Baca Juga: Cek Gaji PPPK 2026 Setiap Golongan Lengkap dengan Masa Kerjanya, Calon Guru Sekolah Rakyat Segera Intip

​Tak ayal, Larasati, salah satu peserta pelatihan, yang ketiban sampur membuatkan kopi untuk Dhito langsung grogi. “Baru belajar empat hari terus diminta bikin di depan orangnya langsung, rasanya deg-degan, tapi senang dan bangga banget,” aku perempuan yang akrab disapa Raras itu.

​Lebih jauh Raras mengakui jika dirinya sempat tegang saat namanya ditunjuk oleh sang mentor. Namun, dia tidak ingin tampil jelek. Sebaliknhya, berusaha profesional dan menyiapkan kopi dengan tenang. “Senang bisa membuatkan kopi untuk Pak Bupati,” lanjutnya.

​Untuk diketahui, kunjungan Dhito ke BLK kemarin memang bukan sekadar minum kopi. Dia datang untuk meninjau langsung program pelatihan kerja angkatan pertama di sana. “Ini hari kelima kita memberikan pelatihan kerja. Ada pelatihan bahasa Jepang untuk program IM Jepang, jadi international manpower Jepang,” kata Dhito.

Selain pelatihan bahasa Jepang, juga ada pelatihan barber, barista, teknik pengelasan, makeup artist (MUA). Ada pula teknik mesin sepeda motor, digital marketing, hingga administrasi perkantoran. Dalam pelatihan ini, durasi setiap kelas berbeda-beda. Ada yang berlangsung hanya 15 hari, 20 hari, hingga 30 hari.

Meski sudah mengecek langsung kemarin, suami Eriani Annisa ini mengaku belum bisa menilai hasil pelatihan. Sebab, pelatihan baru berlangsung selama lima hari. Namun, dia mengaku senang melihat peserta sangat antusias.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 18 Juli 2026 Naik Rp 8.000, Cek Rinciannya Sekarang

Jumlah peminatnya mencapai ratusan orang. Bahkan, untuk kelas persiapan ke Jepang, pendaftarnya mencapai 200 orang lebih. “Pelatihan itu paling pentingnya pasca-pelatihannya. Mereka melanjutkan atau tidak, mereka menggunakan ilmunya atau tidak, itu di situ kata kuncinya,” tekannya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri Ibnu Imad menyebut pelatihan kerja merupakan bentuk investasi sumber daya manusia. Pelatihan dilakukan untuk mengurangi pengangguran di Kediri.

Pelatihan kerja yang digelar kemarin menurut Ibnu sudah berbasis kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Total ada 160 peserta pelatihan di angkatan pertama ini. Setiap kelas diisi oleh 20 peserta berusia 18-30 tahun. “Setelah pelatihan juga kami magangkan di perusahaan mitra. Harapannya mereka bisa menunjukkan skill-nya dan diterima di sana,” beber Ibnu. (*)

Editor : Mahfud
pelatihan kerja BLK Plemahan Bupati Kediri Dhito pemkab kediri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana