KEDIRI, JP Radar Kediri-Dinas Sosial Kota Kediri memperpanjang penjangkauan siswa Sekolah Rakyat (SR) Kota Kediri. Pasalnya, hingga awal Juli ini mereka masih kekurangan murid. Dari total kuota 270 anak, sampai Selasa (30/6) lalu baru terisi 178 anak.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Mutakkin mengakui, Juli ini pagu SR Kota Kediri baru terisi 66 persen. Rinciannya, siswa SD 17 anak, SMP 78 anak, dan SMA 85 anak.
Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinas Sosial Kota Kediri menargetkan pengisian kuota siswa SR selesai akhir Mei. Namun, mereka memutuskan memperpanjang karena yang terjaring masih di bawah 100 anak.
Rupanya, penjangkauan hingga awal Juli ini juga belum bisa memenuhi target 100 persen. “Targetnya masing-masing jenjang sekolah itu ada 90 orang. Ini seharusnya tanggal 30 Juni kami melakukan pleno. Pleno itu untuk menentukan mana yang siswa-siswa yang pasti masuk di Sekolah Rakyat,” ungkap Imam.
Pleno, tutur Imam, dilakukan untuk mengecek apakah anak yang terjaring sudah sesuai kriteria Pusat atau belum. Rapat pleno juga akan jadi dasar untuk mengajukan penetapan kepada wali kota tentang diterima atau tidaknya siswa.
Meski jumlah siswa belum terpenuhi jelang deadline dimulainya tahun ajaran baru, Imam menyebut pihaknya belum membuka peluang menerima siswa dari luar. Sebab, petunjuk Pusat menyebut jika kuota SD masih banyak sisa, bisa dialihkan ke kuota SMP dan SMA.
“Rombel SD bisa dipindah ke SMA. Pengaturannya lebih fleksibel,” lanjut Imam sembari menyebut pengaturan rombel itu tergantung pada wilayah SR berada.
Meski demikian, menurut Imam Dinas Sosial Kota Kediri memutuskan mengakomodasi siswa yang gagal masuk sekolah lewat jalur afirmasi. Anak-anak dari keluarga kurang mampu itu bisa mendatangi dinas sosial untuk mengajukan diri atau mendaftar. “Bisa mengajukan minat sebagai calon siswa SMA,” paparnya.
Untuk diketahui, sejumlah sekolah umum sudah memulai pra-MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) MPLS pekan depan. Adapun MPLS akan digelar pada minggu ketiga Juli.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Vinanda Cek Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres Fisik Baru 64 Persen
Terkait jadwal kegiatan yang menjadi pembuka tahun ajaran baru 2026/2027 itu, Imam menyebut pihaknya masih menunggu pemberitahuan dari Pusat. “Masih menunggu arahan dari Pusat,” tandas Imam.
Editor : Hilda Nurmala Risani