JP Radar Kediri – Di tengah kesulitan mendapatkan solar subsidi seperti sekarang ini, para petani di Kabupaten Kediri tak perlu risau. Sebab, ada cara mereka mendapatkannya dengan mudah.
Tentu saja solar-solar itu yang khusus untuk keperluan alat-alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pompa air bertenaga disel. Peralatan yang memang sangat dibutuhkan para petani saat ini.
Baca Juga: Pertamina Berlakukan Transaksi Full QR Code untuk Solar Subsidi Bertahap 27 Mei
Lalu, apa kemudahan yang didapat petani? Tak lain adalah kemudahan bagi mereka mengurus barcode untuk pembelian solar subsidi.
“Kalau dulu petani harus datang ke organisasi perangkat daerah (OPD, Red), sekarang cukup di desa dan PPL (penyuluh pertanian lapang, Red),” jelas Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi.
Menurut Sukadi, petani yang ingin mendapatkan barcode itu cukup mengajukan melalui pemerintah desa dan PPL. Setelah diverifikasi maka rekomendasi akan diterbitkan dan dikirim ke PPL.
Rekomendasi itulah yang bisa dicetak. Sehingga barcode dapat diterima petani dalam waktu sehari.
“Kalau dulu petani harus datang ke dinas (dispertabun) untuk mengurus barcode,” tambah Sukadi usai kegiatan penyaluran bantuan benih jagung ke petani di
Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri kemarin (30/6).
Solar subsidi itu digunakan untuk mengoperasikan alsintan. Seperti hand tractor, traktor beroda empat, maupun mesin pertanian berbahan bakar disel lain.
Dispertabun juga terus berkoordinasi dengan Pertamina. Agar kebutuhan solar bagi petani tetap terpenuhi selama musim tanam.
Sejauh ini, kata Sukadi, belum ada laporan kendala maupun kesulitan petani memperoleh solar subsidi di SPBU. Pengawasan justru difokuskan agar solar
bersubsidi tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar sektor pertanian.
"Jangan sampai alasannya untuk pertanian malah digunakan untuk industri," tegasnya.
Baca Juga: JPU Tuntut Penimbun Solar Subsidi 22 Bulan Penjara
Dalam kesempatan itu, Pemkab Kediri juga menyerahkan bantuan 200 ton benih jagung premium. Nilainya sekitar Rp 19 miliar dan dibagikan kepada 683 kelompok tani di 26 kecamatan.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi lahan seluas 13.330 hektare. Disesuaikan dengan musim tanam agar dapat langsung dimanfaatkan petani.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga melanjutkan penyaluran bantuan alsintan. Setelah sebelumnya mendistribusikan 57 unit alsintan, mulai traktor roda empat hingga transplanter.
Juli mendatang kembali akan disalurkan bantuan kepada kelompok tani yang belum menerima. Distribusi dilakukan secara bergiliran agar bantuan lebih merata.
"Ini kita masih punya lagi cuman tunggu saja nanti di bulan Juli baru akan kita distribusikan karena kita enggak mau sampai terjadi dobel pemberian. Kalau sudah dapat kemarin ya maka giliran poktan yang lainnya," jelasnya. (*)
Editor : Mahfud