Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menteri PPPA Apresiasi KRPL Desa Tertek Kabupaten Kediri, Berhasil Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Stunting

Himalaya Azzahra • Minggu, 21 Juni 2026 | 20:10 WIB

 

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi Kampung Sayur Organik Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi Kampung Sayur Organik Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi keberhasilan warga Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, dalam memberdayakan perempuan melalui program ketahanan pangan dan pencegahan stunting. Apresiasi tersebut disampaikan saat meninjau Kampung Sayur Organik atau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Minggu sore (21/6).

Dalam kunjungan itu, Arifatul didampingi Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa dan Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito atau yang akrab disapa Mba Cicha.

“Ini adalah potensi yang sungguh luar biasa, di mana warga desa mampu bersama-sama menjalankan program yang luar biasa,” ujar Arifatul.

Baca Juga: Panen Terong dari Program SIKaP, Cabdin Kediri Tanami Lahan Kosong dengan Aneka Sayuran dan Buah-buahan

Menurutnya, program yang dijalankan masyarakat Desa Tertek sejalan dengan harapan Presiden RI agar desa memiliki ketahanan pangan yang kuat dan mandiri.

Melalui pemanfaatan pekarangan rumah tangga yang digerakkan oleh kelompok perempuan dan PKK, masyarakat mampu menyediakan kebutuhan pangan bergizi bagi keluarga secara berkelanjutan.

Apa yang dilakukan masyarakat Desa Tertek ini sejalan dengan harapan Bapak Presiden, yaitu terwujudnya desa yang kuat dan mandiri dalam ketahanan pangan.” Imbuhnya.

Di kawasan KRPL tersebut, warga membudidayakan berbagai jenis sayuran yang ditanam dengan pupuk organik hasil pengolahan warga desa. 

Juga sumber protein hewani seperti ikan lele yang diberi pakan maggot hasil budidaya sendiri serta ayam Elbayang tinggi protein. Hasil budidaya itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Program tersebut juga berdampak pada penurunan angka stunting di Desa Tertek. Berdasarkan data desa, prevalensi stunting turun dari 7 persen pada tahun lalu menjadi 6 persen pada kuartal II tahun ini.

Ketua Pokja IV TP PKK Desa Tertek yang juga Bidan Desa, Dotik Sukismi, mengatakan program pemenuhan gizi dilakukan secara berkelanjutan mulai dari ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui hingga anak-anak melalui pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan warga.

Baca Juga: Polisi di Kediri Kawal Program Ketahanan Pangan hingga Tingkat Desa

“Melalui program Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman), warga memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran dan membudidayakan sumber protein. Hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, serta balita sebagai upaya pencegahan stunting,” ujar Dotik.

Ia menjelaskan, upaya tersebut juga didukung melalui Posyandu Siklus Kehidupan yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh bagi masyarakat sesuai tahapan usia. Mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia.

Menurut Dotik, keterlibatan aktif perempuan melalui PKK menjadi kunci keberhasilan program karena tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Dengan program tersebut, warga Desa Tertek kini mampu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga secara mandiri sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya.

 

Editor : Ayu Ismawati
#menteri pppa #kabupaten kediri #stunting anak #desa #ketahanan pangan