KOTA, JP Radar Kediri– Keluhan masyarakat terkait kondisi Jalan Panglima Sudirman yang bergelombang akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.
Namun, sebelum dilakukan perbaikan pada permukaan jalan, pemkot akan memprioritaskan rehabilitasi saluran drainase di kawasan tersebut.
Kerusakan jalan yang membentang sepanjang kurang lebih 300 meter itu berada di salah satu ruas jalan utama Kota Kediri.
Titik kerusakan paling parah berada di depan Mall Ramayana. Kondisi aspal yang bergelombang membuat banyak pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas.
Tidak sedikit pengguna jalan yang mengaku khawatir karena permukaan jalan yang tidak rata. Sehingga berpotensi memicu kecelakaan. Terutama bagi pengendara roda dua.
"Untuk sepanjang Jalan Panglima Sudirman, penanganan akan difokuskan terlebih dahulu pada rehabilitasi saluran drainase," ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri I Made Dwi Permana.
Baca Juga: Atasi Banjir, Pemkot Kediri Bangun Crossing Drainase di Jalan Pattimura dan Joyoboyo
Sejumlah warga dan pengguna jalan telah menyampaikan aduan kepada pemerintah daerah agar penanganan segera dilakukan.
Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kondisi jalan yang bergelombang juga dinilai dapat mempercepat kerusakan kendaraan. Apalagi jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.
Made mengatakan bahwa penanganan Jalan Panglima Sudirman telah masuk dalam agenda pekerjaan tahun ini.
Namun, sebelum memperbaiki permukaan jalan, pihaknya harus menyelesaikan persoalan drainase yang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan konstruksi jalan.
Menurut Made, pekerjaan yang akan dilakukan berupa rehabilitasi saluran drainase sekaligus pembangunan crossing saluran di kawasan depan Ramayana.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi potensi genangan yang selama ini terjadi saat curah hujan tinggi.
"Tujuannya untuk mengatasi genangan yang selama ini terjadi di wilayah Jalan Patimura dan sekitarnya," tutur Made.
Ia menjelaskan, dimensi saluran yang ada saat ini dinilai sudah tidak mampu menampung debit air secara optimal.
Karena itu, saluran yang sebelumnya berukuran 80 x 80 sentimeter akan diperbesar menjadi 150 x 180 sentimeter.
Dengan kapasitas yang lebih besar, aliran air diharapkan menjadi lebih lancar. Sehingga tidak lagi menimbulkan genangan ketika hujan deras.
Selain memperbesar dimensi saluran, pekerjaan juga akan mencakup pembangunan crossing atau saluran melintang yang berfungsi menghubungkan jaringan drainase di kedua sisi jalan.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperlancar distribusi aliran air dan mencegah penumpukan debit pada satu titik tertentu.
Made menegaskan bahwa pekerjaan drainase harus didahulukan karena berkaitan langsung dengan efektivitas perbaikan jalan ke depan.
Jika perbaikan aspal dilakukan sebelum persoalan drainase terselesaikan, kerusakan jalan berpotensi kembali terjadi akibat genangan air yang terus berulang.
“Perbaikannya akan dilakukan secara bertahap. Setelah pekerjaan rehabilitasi saluran drainase dan crossing selesai, baru dilanjutkan dengan penanganan permukaan jalan yang bergelombang,” jelasnya.
Sementara menunggu proses pekerjaan dimulai, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Sejumlah rambu peringatan dipasang di sekitar lokasi kerusakan sebagai pengingat bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi kecepatan kendaraan dan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas. Terutama pada malam hari atau saat hujan ketika permukaan jalan lebih sulit terlihat.
Dengan adanya penanganan drainase yang direncanakan tahun ini, pemerintah berharap persoalan genangan dan kerusakan jalan di kawasan Jalan Panglima Sudirman dapat diselesaikan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan. (c1/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita