Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dispertabun Optimistis Bongkar Ratoon Lebih dari 7 Ribu Hektare, Intensifkan Koordinasi dengan PG, Lakukan Percepatan Juni Sampai Oktober

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:56 WIB
DUKUNG SWASEMBADA GULA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (6 dari kiri), Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa (4 dari kiri), dan Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi (2 dari kanan) bersama sejumlah pejabat yang hadir bertekad menyukseskan program bongkar ratoon untuk meningkatkan produksi gula nasional. (Foto: Wahyu Adji)
DUKUNG SWASEMBADA GULA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (6 dari kiri), Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa (4 dari kiri), dan Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi (2 dari kanan) bersama sejumlah pejabat yang hadir bertekad menyukseskan program bongkar ratoon untuk meningkatkan produksi gula nasional. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah penghasil tebu nasional. Pascatanam perdana program bongkar ratoon bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu (23/5) lalu, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri fokus melakukan percepatan realisasi di lapangan.

Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, Pemkab Kediri mendukung penuh program swasembada gula nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Karenanya, meski mendapat target bongkar ratoon seluas tujuh ribu hektare, sekaligus merupakan yang terbanyak di Jawa Timur, mereka akan berupaya untuk memaksimalkannya. “Insya Allah Kediri nanti realisasinya nanti bisa lebih dari tujuh ribu hektare,” ungkap Sukadi.

Hingga minggu ketiga Mei lalu, menurut Sukadi dispertabun sudah mengeluarkan SK definitif bongkar ratoon untuk 2.149 hektare tanaman tebu. “By name, by address, luas lahan, sampai jenis benih apa (untuk bongkar ratoon) sudah tercantum dan harus dipenuhi oleh Kementan,” kata Sukadi.

Baca Juga: Dispertabun Kabupaten Kediri Menggandeng Produk UMKM Unggulan untuk Mengisi Stan Pameran di Festival Kuno Kini 2026

Belum maksimalnya program di akhir Mei ini menurut Sukadi juga selaras dengan jadwal buka giling pabrik gula. Dia mencontohkan, hingga 23 Mei lalu baru PG Ngadiredjo yang sudak buka giling. “Bongkar ratoon itu kan tebu-tebu yang kualitasnya sudah jelek diganti benih baru agar kualitas panenan bisa lebih baik. Jadi, nanti percepatan akan dilakukan mulai Juni, Juli, Agustus, September, sampai Oktober,” terangnya.

Lebih jauh Sukadi menuturkan, budi daya tanaman tebu tahun ini menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya, kemarau panjang atau kemarau ekstrem yang diprediksikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Mengantisipasi agar produksi produk pertanian di Kabupaten Kediri tetap bisa maksimal, dispertabun membangun lebih banyak sumur submersible.

“Tahun 2025 kami bangun 266 titik sumur submersible, tahun 2026 ini kami bangun lagi 286 titik,” jelasnya.

Menyiasati kebutuhan anggaran yang sangat besar, dispertabun mengolaborasikan anggaran dari pusat dan daerah. Dia mencontohkan, 77 titik sumur dibangun menggunakan dana dari APBN. Kemudian, sekitar 200 titik lainnya dari APBD Kabupaten Kediri. “Sisanya kami minta PG mengeluarkan CSR untuk membangun sumur di lahan mitra kelompok tani tebu mereka,” paparnya.

Baca Juga: Seribu Petani Ikuti Ngobras Kain Bersama Dispertabun dan Swasta Bersinergi dengan Bank Jatim Cabang Pare, Buka Wawasan Budidaya Jagung Musim Hujan

Untuk memastikan tebu panenan petani Kediri terserap maksimal, Sukadi juga sudah berkoordinasi dengan tiga pabrik gula (PG) di Kediri. Yakni, di akhir musim giling nanti harus ada salah satu PG yang baru melakukan tutup giling setelah panenan tebu petani di Bumi Panjalu benar-benar habis.

“Jangan sampai panenan petani belum habis dan semua PG sudah tutup giling. Kalau tebu Kediri dijual ke Tulungagung atau Malang, harganya pasti nggak bagus. Kasihan petani,” tandas Sukadi.

Untuk diketahui, Sabtu (23/5) lalu Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan tanam perdana tebu program bongkar ratoon di kebun Desa Ngletih, Kandat. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, Plt Kepala Dinas Perkebunan Jatim Heru Suseno, Dirut PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi, hingga Anggota DPRD Jatim Ro’aitu Nafif Laha.

Selain melakukan penanaman tebu secara simbolis, mereka juga mengecek varietas tebu unggulan petani Kabupaten Kediri. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pejabat yang hadir memuji kontribusi Kabupaten Kediri dalam industri gula nasional yang sumbangsihnya sangat besar. (sad/adv/ut)

Editor : Shinta Nurma Ababil
#tanaman tebu #kediri #pg #dispertabun #Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa