Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ribuan jemaah mengikuti salat Ied di Masjid Agung. Saking banyaknya jemaah, ada ribuan yang salat di Jl Panglima Sudirman. Mulai dari utara perempatan alun-alun hingga ke depan alun-alun.
Tak hanya warga Kota Kediri saja yang salat di sana. Pemudik atau masyarakat dari luar kota sengaja menyempatkan diri salat di Masjid Agung sebagai obat kangen.
Baca Juga: Lebih Awal Dibanding Ketentuan Pemerintah, Ribuan Muslim Salat Ied di Stadion Brawijaya
Tari Pratya, 30, warga Malang mengaku selalu salat Idul Adha di sana agar bisa berkumpul bersama keluarga Kediri. “Langganan dari tahun ke tahun selalu salat di sini (Masjid Agung Kota Kediri, Red). Sudah cocok saja, vibes-nya tidak ditemukan di tempat lain. Tenang dan penuh kegembiraan keluarga karena bisa berkumpul,” tuturnya.
Senada dengan Tari, Puspita, 30, asal Madura juga selalu salat Ied di Masjid Agung saat pulang kampung. “Karena merantau, saya usahakan di momen-momen penting bisa pulang. Selagi keluarga masih ada dan lengkap,” jelasnya.
Ustad Basyarudin yang kemarin menjadi khatib, mengajak jemaah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terhadap perintah Allah SWT.
Keikhlasan mereka jadi wujud kekuatan dalam memilih jalan Allah SWT. Hal tersebut menurutnya bisa diterapkan dalam kehidupan tiap keluarga.
“Sesuatu yang dicintai di dunia adalah anak. Meski baru mendapatkan setelah menunggu 80 tahun dia tetap rela ketika sang anak harus dikorbankan karena Allah,” bebernya.
Baca Juga: Lebaran Sesuai Pemerintah, Belasan Ribu Orang Salat Ied di Masjid An-Nuur Pare
Dari sana, Basyarudin mengajak masyarakat untuk sepenuhnya mencintai Allah SWT. “Jangan sampai harta dan jabatan mengalahkan cinta manusia kepada Allah SWT,” pintanya.
Sementara itu, selain ribuan warga Kota Kediri yang salat Ied serentak kemarin pagi, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memilih mengikuti salat Ied di Balai Kota Kediri bersama masayrakat. Sedangkan Bupati Hanindhito Himawan Pramana salat Ied di kompleks Perumahan Budaya Cipta, Desa Sukorejo, Ngasem.
Ditemui Jawa Pos Radar Kediri usai salat Ied di Balai Kota, Wali Kota Vinanda mengaku sengaja salat Ied di Balai Kota bersama aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Kediri dan masyarakat sekitar. Salat diimami oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha.
“Kebetulan tahun lalu kami tidak melaksanakan (salat Ied) Idul Adha di balai kota. Tahun ini kami ingin meramaikan. Balai kota ini kan juga rumah kita sendiri, harapannya bisa memperkuat kebersamaan antar-perangkat di sini,” ungkap Vinanda.
Dalam kesempatan kemarin Vinanda juga menegaskan tentang pentingnya pengawasan penyembelihan hewan kurban. Orang nomor satu di Pemkot Kediri itu menegaskan agar daging kurban yang dibagikan benar-benar higienis dan aman.
“Hewan-hewan kurban yang sudah didistribusikan kemarin juga sudah dicek kesehatannya (sebelum disembelih). Jangan sampai nanti sudah dikurbankan, ternyata berpenyakit,” ujar Vinanda meminta agar daging yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar layak untuk dikonsumsi. (la/ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita