Kediri, JP Radar Kediri - Gemuruh tepuk tangan membahana di dalam Legacy Ballroom Surabaya, Jumat malam (22/5). Di antara sorot lampu panggung yang megah, nama Adi Prayitno menggema. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kediri itu melangkah mantap. Menyunggingkan senyum bangga yang tak mampu ia sembunyikan.
Di sudut ruangan, sepasang mata tampak berkaca-kaca. Minarti, istri Adi, tak kuasa menahan haru. Menyaksikan sang suami berdiri di atas panggung kehormatan. Menerima penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa adalah puncak dari perjalanan panjang yang menguras energi dan pikiran.
Malam itu, Adi Prayitno resmi dinobatkan sebagai salah satu Inovator Pendidikan Terbaik di Jawa Timur. Menembus posisi bergengsi Top 25 dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026. Sebuah pencapaian yang terasa magis jika melihat angka persaingan: Adi harus menyisihkan sedikitnya 24 ribu pendidik dan tenaga kependidikan dari seluruh penjuru Jawa Timur.
Baca Juga: Cetak Prestasi Back-to-Back, Kacabdisdik Kediri Adi Prayitno Tembus Top 25 EJIES 2026
Diuji Layaknya Sidang Doktoral
Keberhasilan Adi memboyong penghargaan lewat inovasi berjudul "Lapak Pagi" bukanlah sebuah kebetulan atau hadiah cuma-cuma. Proses kurasi dan seleksi yang dilaluinya teramat ketat. Di babak final, Adi bahkan harus mempertahankan karyanya di hadapan panelis yang terdiri dari para profesor dari berbagai kampus ternama di Jawa Timur.
"Seleksinya sangat ketat. Rasanya seperti diuji saat ujian tesis atau sidang doktoral," kenang Adi, menggambarkan betapa krusial dan ilmiahnya proses penilaian tersebut.
Dia juga sempat mengaku nervous saat diuji oleh para profesor. Meskipun dia juga sempat mengalami hal serupa tahun sebelumnya.
Inovasi "Lapak Pagi" dinilai mampu memberikan dampak nyata dan segar bagi ekosistem pendidikan. Yang luar biasa, ini bukan kali pertama pria ramah tersebut mencatatkan namanya di panggung EJIES. Pada tahun sebelumnya, Adi juga berhasil menembus jajaran top inovator melalui karya monumentalnya yang bertajuk "Lentera". Konsistensi inilah yang membuatnya diakui sebagai salah satu motor penggerak transformasi pendidikan di Jatim.
Baca Juga: 10 Karya Inovasi Terbaik EJIES 2026 Diumumkan, Siap Bersaing di Tahapan Desk Vlog
Dedikasi untuk Kediri Raya
Bagi Adi, piala dan piagam yang digenggamnya malam itu bukanlah milik pribadi. Ada ribuan keringat guru dan siswa di Kediri yang ia wakili di atas panggung.
"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk kemajuan pendidikan di Jawa Timur, lebih khusus untuk wilayah Kediri," ujar Adi dengan mata berbinar saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Kediri usai acara.
Suasana malam penganugerahan itu memang terasa sangat sakral. Selain dihadiri oleh Gubernur Khofifah, sejumlah tokoh penting juga tampak hadir memberikan apresiasi langsung. Di antaranya Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) Andy Taufiq, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, bersama seluruh stakeholder pendidikan se-Jatim.
Di akhir wawancara, Adi menyempatkan diri untuk mengirimkan pesan menyentuh bagi seluruh jajarannya di rumah. Baginya, inovasi tidak akan pernah berjalan tanpa kolaborasi yang solid di lapangan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh guru, pengawas, tenaga kependidikan, serta siswa di Kediri Raya. Kalian luar biasa! Semoga karya ini bermanfaat untuk semuanya," pungkas Adi dengan nada emosional.
Malam berganti, namun gaung dari Legacy Ballroom Surabaya membawa pulang harapan baru bagi masa depan sekolah-sekolah di Kediri. Di tangan para inovator yang tak pernah lelah belajar seperti Adi, pendidikan Jawa Timur tampaknya sedang berlari menuju masa depan yang lebih cerah
Editor : Shinta Nurma Ababil