Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sungai Dangkal Jadi Penyebab Banjir, Desa Puhjarak Kediri Lakukan Normalisasi

Diana Yunita Sari • Selasa, 19 Mei 2026 | 17:37 WIB
Proses normalisasi sungai untuk cegah banjir di Desa Puhjarak Plemahan
Proses normalisasi sungai untuk cegah banjir di Desa Puhjarak Plemahan

JP Radar Kediri - Pemerintah Desa (Pemdes) Puhjarak, Kecamatan Plemahan, tidak hanya menghadirkan program di bidang sosial. Tapi juga menunjukkan kepedulian pada isu lingkungan. Pengawasan dan perawatan aliran sungai di wilayahnya terus digencarkan. Itu tak lepas dari komitmen desa menjaga kelestarian sungai serta mengantisipasi banjir. 

Salah satu wilayah yang menjadi fokus pengelolaan adalah Dusun Supit Urang. Wilayah ini sebelumnya menjadi langganan banjir akibat pendangkalan dasar sungai yang parah. Saat hujan deras mengguyur, debit air seringkali meluap hingga merendam rumah-rumah warga. Ketinggiannya bisa mencapai lebih dari 30 sentimeter.

“Dulu kalau di jalan, genangan air bisa lebih tinggi lagi. Sering banjir dari lama karena dasar sungai dangkal,” ujar Kepala Dusun Supit Urang, Iftidak.

Merespons keluhan warga, Pemdes Puhjarak kemudian bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri. Usulan tersebut disetujui dan bantuan alat berat pun diturunkan beberapa bulan lalu untuk memperlebar dan memperdalam aliran sungai.

Baca Juga: Pemdes Bogem Gurah Kediri Bangun Museum untuk Simpan Penemuan Purbakala

Setelah dilakukan normalisasi, sungai yang semula hanya memiliki lebar 1–2 meter, kini meluas menjadi 4–6 meter. Tak hanya diperlebar, di sepanjang sisi sungai juga dibangun tangkis atau tanggul tinggi untuk memastikan air tidak meluber ke pemukiman saat intensitas hujan meningkat.

“Setelah normalisasi, alhamdulillah banjir sudah tidak pernah terjadi lagi,” beber Iftidak.

Meski infrastruktur telah diperbaiki, pihak dusun menyadari bahwa kesadaran masyarakat adalah kunci utama keberlanjutan. Iftidak secara rutin memberikan imbauan kepada warga agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Baca Juga: Pemdes Sumberduren Kediri Sulap Bekas Balai Desa Jadi GOR Multifungsi

Sebab, kebiasaan warga membuang sampah di sungai sempat menjadi problem masyarakat Desa Puhjarak. Tidak hanya dari warga sana, melainkan juga dari luar desa.

“Sekarang sudah jarang. Jika ada yang kedapatan (membuang sampah di sungai, Red), akan kami berikan peringatan secara lisan,” pungkasnya (na/ais)

Editor : Andhika Attar Anindita
#desa puhjarak #normalisasi sungai #kabupaten kediri #kecamatan plemahan #Pemdes