KEDIRI, JP Radar Kediri- Setelah selesai dibangun pada Februari 2025 lalu, jembatan kerata api di Desa Jambean, Kecamatan Kras mulai diuji kekuatannya.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tuntas melaksanakan uji fungsi Jembatan BH 613 di petak Kras-Ngadiluwih kemarin (18/5). Pengujian dilakukan menggunakan dua lokomotif CC300 buatan INKA dengan total berat mencapai sekitar 180 ton.
Pengujian itu dilakukan untuk memastikan kekuatan dan kelayakan struktur jembatan baru. Sebelumnya, DJKA mulai membangun jembatan pada 2024 lalu. Dilanjutkan dengan penggeseran jembatan pada Februari 2025.
Sedangkan uji fungsi kemarin menjadi bagian dari rangkaian pengujian berkala sebelum jembatan dinyatakan laik sepenuhnya untuk operasional perjalanan kereta api.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan menyampaikan, keselamatan perjalanan kereta api menjadi hal yang tidak dapat ditawar.
Baca Juga: Setelah Diperbaiki, Kereta Api Tak Perlu Kurangin Kecepatan Lagi di Jembatan Ini
Karena itu, setiap proyek infrastruktur wajib melalui tahapan pengujian ketat untuk menjamin keselamatan penumpang.
“Melalui uji fungsi ini, diharapkan penumpang dapat lebih merasa tenang, nyaman, dan aman dalam perjalanan dari dan ke Kediri,” ujarnya.
Dia menambahkan, pembangunan ulang jembatan BH 613 tidak hanya mengganti struktur lama. Melainkan juga memperbaiki aliran sungai di bawah jembatan.
Sehingga diharapkan air tidak lagi menggenangi area sekitar maupun mengganggu struktur jembatan saat debit sungai meningkat.
“Harapannya, manakala terjadi arus yang deras juga tidak menggenangi lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan KA,” tambahnya.
Sementara itu, PPK Kegiatan Jatim 2 BTP Kelas I Surabaya Lurianto Lukito menambahkan, pembangunan dan penggeseran jembatan dimulai pada 2024 dan selesai digeser pada Februari 2025 lalu.
Setelah itu dilakukan tiga tahapan pengujian. Yaitu uji rancang bangun desain, uji fisik, dan terakhir uji fungsi yang dilaksanakan kemarin (18/5).
Baca Juga: Rawan Banjir, Kemenhub Ganti Jembatan Kereta Api di Kras Kediri
Untuk menguji kekuatan jembatan, dua lokomotif CC300 dengan berat masing-masing 94 hingga 95 ton ditempatkan di atas jembatan secara bertahap.
Tujuannya untuk mengukur kelendutan serta kemampuan struktur menahan beban sesuai spesifikasi teknis DJKA.
“Kalau hasilnya sesuai spesifikasi teknis, nanti akan keluar sertifikat kelayakan dan dinyatakan layak,” terangnya.
Menurutnya, jembatan tipe WTP 32 itu diproyeksikan memiliki usia pakai lebih dari 50 tahun.
Setelah dinyatakan lolos uji, jembatan akan diserahterimakan kepada operator untuk operasional rutin. Sedangkan uji berkala berikutnya dijadwalkan setiap empat tahun sekali.
Dia juga mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas jembatan. Terutama menghindari aksi vandalisme maupun pencurian baut dan komponen jembatan yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
“Jangan sampai ada vandalisme atau baut dicopot. Ini menyangkut keselamatan kereta api dan keselamatan banyak orang,” tegasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita