KEDIRI, JP Radar Kediri- Satpol PP Kota Kediri bersama petugas gabungan melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Setonopande kemarin. Total ada beberapa gerobak yang diamankan oleh petugas.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Satpol PP Kota Kediri Ade Trifianto. Dia menyebut jika sedikitnya ada 10 gerobak yang diamankan oleh petugas. “Tadi ada sekitar 10 lebih (rombong, red) yang diamankan. Juga ada tiang besi kami tertibkan,” ujarnya.
Menurutnya, penertiban yang dilakukan pada Selasa kemarin telah melalui beberapa tindakan preventif. Itu dilakukan agar kerugian yang ditimbulkan oleh masyarakat tidak begitu besar. “Tidak hanya hari ini (Selasa, Red) kami tertibkan. Jika nanti ada yang maju lagi (melebihi trotoar, Red) akan kami tertibkan,” tuturnya.
Baca Juga: Komisi B Komitmen Kawal Penertiban PKL di Kota Kediri, RDP Jadi Langkah Wakil Rayat Saring Aspirasi
Ade menyebut jika tetap melanggar maka pedagang akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, penertiban berlangsung pukul 08.00. Petugas menyisir pedagang maupun gerobak yang masih berada di trotoar. Mulai dari simpang empat Pegadaian hingga simpang empat Pertamina.
Tak hanya mengangkut gerobak tak bertuan, petugas juga mencopot terpal yang digunakan warga berjualan. Beberapa atap tidak permanen turut dibongkar karena tak sesuai batas aturan.
Ya, pembongkaran ini terpaksa dilakukan karena pemilik tak segera mengindahkan aturan yang ditetapkan selama masa sosialisasi kemarin. Sehingga petugas pun terpaksa mengangkut paksa.
Baca Juga: Lagi-Lagi, Penertiban PKL di Jalan Pattimura Kota Kediri Ricuh
“Bagi yang merasa punya barang-barang yang diamankan petugas bisa ke kantor kelurahan maupun Satpol PP dengan membawa KTP (kartu tanda penduduk, Red). Nanti bisa diambil,” tegas Ade.
Untuk diketahui, di Jalan Sam Ratulangi sedikitnya ada sekitar 80 pedagang. Terdiri dari penjual sayuran hingga baju bekas. Seringkali keberadaannya membuat resah warga maupun pedagang di dalam pasar.
“Pedagang di dalam pasar merasa dirugikan karena mereka sudah membayar iuran dan menyewa tempat, tetapi omzet menurun karena banyak pedagang berjualan di sepanjang Jalan Samratulangi,” ucap Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperdagin Kota Kediri Rice Oryza Nusivera.
Tak hanya menyebabkan omset turun, keberadaan pedagang di sepanjang jalan tersebut mengganggu pengguna jalan. Terlebih dengan adanya aktivitas pasar tumpah yang berlangsung dini hari. “Pemerintah Kota Kediri berharap seluruh pedagang dapat masuk dan berjualan di area pasar yang telah disediakan. Itu agar aktivitas perdagangan lebih tertata dan tidak mengganggu lalu lintas maupun lingkungan sekitar,” tuturnya.
Di lain sisi, Direktur Utama Perumda Pasar Jayabaya Djauhari Lutfi memastikan jika semua pedagang bisa masuk pasar. Itu mengingat masih ada beberapa pelataran yang bisa digunakan untuk berjualan.
“Kami melihat zonasi. Karena PKL Sam Ratulangi juga macam-macam. Ada yang warung, jualan ayam, makanya kami harus sesuaikan dengan zonasinya dan aturan pasar,” pungkas pria yang akrab disapa Lutfi.
Editor : Andhika Attar Anindita