KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemkab Kediri terus berupaya memperbaiki kerusakan sarana pendidikan.
Tahun ini, selain mengalokasikan anggaran dari APBD, Dinas Pendidikan juga mengusulkan puluhan sekolah untuk mendapat program revitalisasi dari pemerintah pusat.
Usulan itu menyasar sekolah yang mengalami kerusakan hingga kekurangan ruang penunjang belajar.
Ada 20 lembaga SMP yang diajukan untuk mendapatkan perbaikan. Lalu, tak kurang sebanyak 60 lembaga SD dan sekitar 20 lembaga TK.
Hanya saja, usulan revitalisasi sekolah tahun ini masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat. Program revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan rusak.
Namun juga melengkapi sarana prasarana yang belum dimiliki sekolah.
“Penentuan sekolah penerima dilakukan berdasarkan data Dapodik dan hasil asesmen lapangan,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kasi Kurikulum SMP Wawan Sarudi.
Misalnya sekolah yang kekurangan ruang kelas, belum memiliki laboratorium IPA, hingga bangunan dengan kondisi rusak berat.
Seluruh data itu menjadi dasar pemerintah pusat menentukan skala prioritas nasional. “Yang rusak direhab, yang belum ada dibangunkan. Dasarnya dari data Dapodik dan asesmen lapangan,” ucapnya.
Selain mengusulkan bantuan pusat, tahun ini pemkab juga menganggarkan rehab sekolah melalui APBD.
Khusus jenjang SMP, total anggaran kegiatan fisik mencapai sekitar Rp 12 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk 39 titik pekerjaan dengan berbagai jenis pembangunan dan rehabilitasi. Mulai rehab ruang kelas, pembangunan laboratorium, hingga ruang tata usaha.
Saat ini proyek masih dalam tahap perencanaan. Pelaksanaan fisik diperkirakan dimulai pertengahan tahun secara bertahap.
Baca Juga: Menyambung Asa di Hari Thalassemia Sedunia di Kediri (1) Stok Darah Kurang, Ortu Asuh jadi Solusinya
“Sekitar separuh titik kemungkinan mulai tahap pertama. Sisanya bertahap menyesuaikan proses perencanaan,” kata Wawan.
Dia menambahkan, pemkab juga menyiapkan skema penyesuaian apabila sekolah yang diajukan ternyata mendapat bantuan pusat.
Jika bantuan APBN turun maka anggaran APBD yang semula dialokasikan bisa dialihkan ke sekolah lain yang membutuhkan.
“Kami harapkan satu sekolah cukup satu sumber anggaran. Kalau nanti pusat turun, APBD bisa dialihkan ke sekolah lain,” terangnya.
Wawan menambahkan, tahun lalu, program revitalisasi dari pusat juga sudah berjalan di Kabupaten Kediri.
Untuk jenjang SMP terdapat delapan sekolah penerima. Terdiri dari enam SMP negeri dan dua SMP swasta. Selain itu ada sekitar 20 hingga 30 SD dan satu TK yang juga mendapat revitalisasi.
Program tersebut menelan anggaran sekitar Rp 30 miliar. Dana langsung dikirim pemerintah pusat ke masing-masing sekolah penerima.
Beberapa sekolah penerima revitalisasi terbesar tahun lalu di antaranya SMPN 1 Kandangan dan SMPN 2 Purwoasri.
Bantuan itu digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, toilet, UKS, hingga pengadaan perabot penunjang pembelajaran.
Bangunan rusak juga direhabilitasi menyeluruh agar kegiatan belajar mengajar lebih nyaman dan aman. “Semoga yang diajukan tahun ini bisa di-ACC semua,” harapnya.
Editor : Andhika Attar Anindita