Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wali Kota Kediri Vinanda dan Baznas Kota Kediri Rehab 9 Titik Rumah Tidak Layak, Salurkan Rp 180 Juta Zakat ASN dan Masyarakat

Ayu Ismawati • Selasa, 5 Mei 2026 | 19:42 WIB
TIDAK LAYAK HUNI: Wali Kota Kediri Vinanda mengecek salah satu rutilahu di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Pesantren. (Foto: Wahyu Adji)
TIDAK LAYAK HUNI: Wali Kota Kediri Vinanda mengecek salah satu rutilahu di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Pesantren. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Sejumlah rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Kediri akan diperbaiki tahun ini. Pendanaan berasal dari zakat aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Kediri, Kemenag, dan sebagian masyarakat Kota Kediri.

Dana Rp 180 juta digelontorkan untuk memperbaiki sedikitnya 9 rumah warga. Dana itu selama ini dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kediri untuk selanjutnya disalurkan kepada fakir miskin.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, bantuan rutilahu itu diserahkan senilai Rp 20 juta per unit. Salah satu penerima manfaatnya adalah warga Perumnas Ngronggo yang kondisi rumahnya tidak layak.

“Tadi kami melihat kondisi rumahnya memang betul-betul mengkhawatirkan. Dapurnya tidak ada, kemudian beliau hidup sebatang kara, dan tadi saya lihat kasurnya juga kurang,” ungkap Vinanda saat ditemui usai meninjau rumah milik warga bernama Unang itu.

Baca Juga: Program TPPKT Ubah Kampung Cupang Jadi Cantik dan Bersih, Mbak Wali Entaskan Kawasan Kumuh di Kelurahan Ketami

Melalui bantuan rehabilitasi rumah itu, dia berharap penerima manfaat bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Termasuk dengan penambahan fasilitas penunjang. Seperti kasur dan peralatan tidur yang akan difasilitasi pemkot.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian Baznas Kota Kediri Abdul Basid mengatakan, penyaluran zakat untuk perbaikan rutilahu itu sudah berlangsung sejak 2022.

Zakat itu paling banyak disumbang dari ASN Pemkot Kediri dan Kemenag Kota Kediri. 

Sejak 2024, rata-rata zakat yang terkumpul mencapai Rp 3,4 miliar. Dan tahun ini, sebanyak Rp 180 juta di antaranya akan disalurkan untuk perbaikan rutilahu.

“Terutama yang APBD tidak bisa meng-cover karena alasan regulasi atau alasan administratif. Untuk itu, Baznas yang lebih fleksibel,” ungkap Abdul Basid.

Baca Juga: Dansatgas TMMD ke-127 Turun Langsung, Cek Progres Jalan hingga RTLH di Desa Gadungan Puncu Kediri

Dia membeberkan, kriteria penerima adalah keluarga miskin. Khususnya yang kondisi rumahnya tidak layak huni. Masing-masing unit mendapat alokasi Rp 20 juta.

Dalam pelaksanaannya, kelurahan dan RT setempat juga dilibatkan. Khususnya untuk pengawasan pelaksanaan rehabilitasinya.

“Kriteria perbaikan nanti bisa pada atapnya untuk yang sudah runtuh. Atau dindingnya sudah rapuh, terasnya nggak ada. Padahal itu bagian dari keamanan, termasuk dari panas matahari atau hujan. Sehingga namanya layak huni itu sehat untuk dihuni,” bebernya.

Pihaknya pun akan bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Kediri serta kelurahan untuk melaksanakan perbaikan rutilahu. Termasuk untuk memastikan dana yang tersalurkan dimanfaatkan dengan optimal di lapangan.

“Pelaksanaannya nanti kerja sama dengan tim teknis di kelurahan,” pungkas Abdul Basid. (ais/tar)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#rutilahu #baznas #wali kota kediri #RTLH #Vinanda Prameswati