KEDIRI, JP Radar Kediri- Jalur pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD-SMP di Kota Kediri mulai dibuka besok (4/5). Yaitu khusus untuk jalur afirmasi. Pendaftaran untuk jalur ini hanya berlangsung dua hari.
Di jenjang SD, kuota jalur afirmasi dibuka sebanyak 15 persen dari pagu. Sedangkan di jenjang SMP, kuotanya paling sedikit 20 persen dari pagu.
Jalur afirmasi sendiri dibagi menjadi dua. Yaitu untuk keluarga ekonomi tidak mampu dan bagi penyandang disabilitas atau jalur afirmasi inklusi.
“Syarat utama jalur afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu itu adalah warga Kota Kediri yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kelompok desil 1 – 5,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri Ibnu Qoyim.
Data yang diakui adalah data dengan batasan cut off pada April 2026. Untuk mendaftar, calon siswa tinggal melakukan login menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Setelah itu, mengunggah beberapa dokumen persyaratan. Seperti, scan akta kelahiran, kartu keluarga, bukti terdaftar di DTSEN desil 1 – 5, serta rekapitulasi nilai rapor untuk jenjang SMP. Ukuran file yang diunggah adalah maksimal 2 mb.
“Tahapannya saat ini kami sudah meminta data warga dalam desil 1 – 3 dari dinas sosial untuk verifikasi,” ungkap Ibnu.
Ibnu menjelaskan, SPMB tahun ini menekankan prinsip transparan dan akuntabel. Sehingga, proses seleksi akan langsung dilakukan melalui sistem SPMB dan dapat dilihat hasilnya saat jadwal pengumuman.
Adapun untuk jenjang TK dan SD, seleksi dilakukan dengan berdasarkan usia calon murid yang lebih tua, DTSEN desil lebih rendah, dan skor domisili. Sedangkan untuk SMP, pemeringkatan dilakukan berdasarkan DTSEN desil yang lebih rendah dan rekapitulasi nilai rapor. Waktu pendaftaran akan dipertimbangkan jika ditemui skor sama dari calon siswa baru.
Baca Juga: Siapkan Kuota 1 Persen untuk Lulusan 2025, Wadahi Siswa Gap Year di SPMB SMA/SMK Tahun Ini
“Pendaftarannya online. Tetapi jika ada orang tua yang kesulitan, bisa lewat sekolah asal dulu (untuk didampingi teknis pendaftaran),” tandasnya.
Selama proses SPMB ini, Ibnu mengungkapkan pihaknya juga tetap membuka helpdesk. Baik di seluruh sekolah maupun di dinas pendidikan. Sehingga jika menemui kendala dalam mendaftar, orang tua atau siswa bisa mendatangi sekolah asal atau dinas pendidikan.
Seperti diberitakan, tahapan SPMB SD dan SMP Kota Kediri mulai bergulir. Untuk jenjang SMP, Dinas Pendidikan Kota Kediri kembali membuka empat jalur. Yaitu, jalur afirmasi, mutasi, prestasi, dan domisili. Mengawali tahapan itu, disdik mulai membuka tahapan pendataan. Tahapan itu ditujukan untuk siswa berdomisili Kota Kediri yang merupakan lulusan sekolah di luar kota.
Tahapan itu wajib diikuti calon siswa baru kategori tersebut. Tujuannya untuk menghimpun data calon siswa lulusan luar kota sebelum mengikuti pendaftaran SPMB. Pendataan siswa dibuka mulai 27 April - 8 Mei untuk calon pendaftar jalur afirmasi, prestasi, dan domisili.
Sementara itu, peringatan Hardiknas di Balai Kota kemarin diwarnai dengan upacara. Dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Dalam kesempatan itu Vinanda menegaskan bahwa Pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
“(Hardiknas) momentum melakukan refleksi. Menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua kalangan,” ujar wali kota perempuan pertama di Kediri ini.
Pemkot, jelasnya, juga telah melakukan transformasi pendidikan digital. Selain upaya meningkatkan kualitas guru dan mendukung pendidikan inklusif.
Salah satu upaya itu diwujudkan dengan pemberian seragam gratis di tahun ajaran baru nanti. Baik di kelompok SD maupun SMP.
Baca Juga: Pemkot Kediri Bagikan 11 Ribu Paket Seragam Gratis
“Kami suda persiapkan semuanya,” tegas wali kota termuda di Indonesia ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Mandung Sulaksono menyebut anggaran untuk seragam gratis mencapai Rp 5 miliar lebih. Pengalokasiannya untuk seluruh pelajar di Kota Kediri. Baik yang berada di sekolah negeri maupun swasta.
“Target diberikan sebelum anak-anak masuk tahun ajaran baru. Saat ini sudah mulai kami tata untuk administrasinya. Kami upayakan anak masuk sudah pakai seragam baru itu,” bebernya sembari menyebut jika seragam gratis diberikan dalam wujud kain.
Baca Juga: Seragam Gratis untuk Siswa SD di Kediri Akan Dibagi Bulan Ini
Dengan bantuan seragam untuk siswa baru itu, Mandung berharap beban yang dipikul oleh orang tua wali bisa lebih ringan. (ais/la)
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri