JP Radar Kediri - Kawedusan adalah salah satu desa dengan kerukunan dan persatuan tinggi. Komitmen tersebut membawa desa ini meraih prestasi gemilang sebagai Juara 2 Kampung Pancasila tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sebagai bentuk fisik dari rasa toleransi warga, sebuah tugu ikonik berdiri megah di salah satu tikungan desa. Tugu tersebut dibangun menjulang tinggi dengan lambang Burung Garuda di puncaknya.
“Tugu ini sebenarnya sudah dibangun sejak 2020. Kemudian oleh pihak Koramil diikutkan dalam lomba Kampung Pancasila dan Alhamdulillah berhasil mendapat juara,” ungkap Kepala Desa Kawedusan Dedy Santosa.
Baca Juga: Tak Hanya Wisata Alam, Pemdes Karangrejo Ngasem Kediri Bangun Sumber Air juga Jadi Sarana Edukasi
Kini, bangunan tersebut telah menjadi landmark sekaligus penanda wilayah Desa Kawedusan. Pembangunannya bukan tanpa alasan. Melainkan sebagai simbol kerukunan antarumat beragama. Serta bentuk penghormatan terhadap Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
“Kita ini negara Pancasila, jadi sebisa mungkin kita junjung dan hargai. Harapannya, nilai-nilai tersebut bisa menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dedy.
Menariknya, lokasi tugu tersebut dulu merupakan tempat tumbuhnya sebuah pohon beringin tua. Karena kondisi pohon yang mulai rapuh dan rawan ambruk, pemdes setempat berinisiatif melakukan penebangan. Sebagai gantinya, dibangun tugu Pancasila tersebut. Tujuannya agar bisa menjadi ikon desa yang bermanfaat secara estetika dan filosofis.
Baca Juga: Pemdes Bogem Gurah Kediri Bangun Museum untuk Simpan Penemuan Purbakala
Apalagi, lokasi tugu berada di jalur kabupaten yang tergolong padat. Jalur tersebut setiap hari ramai dilalui kendaraan. Karena merupakan akses utama menuju Desa Sukorejo dan Desa Brenggolo. Keberadaan simbol Garuda di desa ini ternyata tidak hanya satu. “Selain di tikungan itu, ada dua patung Garuda lagi di Dusun Kawarasa. Meskipun ukurannya tidak sebesar tugu yang pertama,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita