KEDIRI, JP Radar Kediri-Minat baca generasi muda Kota Kediri menjadi pekerjaan rumah (PR) besar Pemkot Kediri.
Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, Kota Kediri berada di lima terbawah. Demi mengerek capaian tersebut, Pemkot Kediri menggagas sejumlah inovasi.
Selain menambah ratusan judul buku, mereka juga menambah layanan mobil perpustakaan keliling.
Untuk diketahui, di tahun 2026 ini tingkat gemar membaca (TGM) Kota Kediri ada di angka 55,97. Angka tersebut menempatkan Kota Kediri di posisi 34 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Di pemerintahan Wali Kota Vinanda Prameswati, Pemkot Kediri bertekad mengerek capaian melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri. Salah satunya, berusaha mendekatkan akses buku ke masyarakat.
“Nantinya mobil ini akan keliling di seluruh Kota Kediri untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin membaca. Kebetulan di mobil ini juga ada wifi-nya, sehingga bisa membaca soft file-nya juga,” kata Wali Kota Vinanda Prameswati ditemui saat menghadiri peringatan Hari Buku Sedunia di SDN Ngletih 1, Pesantren, kemarin (29/4).
Di kesempatan yang sama, pemkot meluncurkan tiga unit mobil perpustakaan keliling berbahan bakar listrik.
Dengan keberadaan tiga unit mobil perpustakaan keliling itu, Vinanda berharap seluruh warga Kota Kediri bisa mengakses layanan mobile tersebut.
“Mobilnya ini nanti keliling kemanapun. Misal di taman atau di mana semisal ketemu. Siapapun bisa mengaksesnya,” jelas Vinanda.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri Chevy Ning Suyudi menuturkan, untuk meningkatkan minat baca masyarakat, pihaknya berupaya mendekatkan buku.
Sehingga, membaca tidak lagi harus di gedung perpustakaan saja. Melainkan bisa di halaman sekolah, taman, dan ruang publik lainnya.
“Dengan ini nanti kami juga ingin menyasar sekolah-sekolah. Khususnya yang belum punya perpustakaan,” tandas Chevy.
Kurasi terhadap koleksi buku juga akan terus dilakukan. Termasuk menambah koleksi buku-buku baru.
Sebelumnya, diakui Chevy koleksi buku anak masih sangat terbatas. Tahun ini, pemkot akan menambah sedikitnya 600 judul buku anak. Dengan total sekitar 1.200 eksemplar.
Baca Juga: Read Aloud Kediri Raya, Komunitas Buku yang Bangun Kesadaran Literasi sejak Usia Dini
Selain menambah koleksinya, nantinya juga akan dibuat pojok baca ramah anak. Sehingga, koleksi buku tidak lagi bercampur. Melainkan bisa dikelompokkan sendiri khusus untuk buku-buku anak.
“Koleksi buku yang saat ini juga sangat dibutuhkan itu buku tentang keterampilan untuk usaha dari rumah dan buku kesehatan. Karena sekarang masyarakat, terutama ibu-ibu, butuh bacaan soal kesehatan dan keterampilan membuka usaha,” terangnya.
Dengan fasilitas perpustakaan keliling yang bertambah, harapannya bisa lebih luas menjangkau masyarakat. Selain mengakses buku fisik, di sana masyarakat juga bisa mengakses buku-buku digital.
“Yang paling banyak nanti ke sekolahan. Di luar itu biasanya kami ke car free day atau seperti JLS Pesantren. Setiap hari kami akan keliling,” tandas Chevy terkait operasional layanan perpus keliling ramah lingkungan tersebut. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita