Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bayar Rp 1,9 Triliun untuk Tol Kediri-Kertosono, Capaian Pengadaan Lahan Tembus 76%

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 27 April 2026 | 22:33 WIB
Ilustrasi pekerja proyek melakukan pengurukan tanah untuk jalan tol.
Ilustrasi pekerja proyek melakukan pengurukan tanah untuk jalan tol.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri– Progres pembebasan lahan proyek tol Kediri-Kertosono (Keker) terus menunjukkan perkembangan. 

Hingga April 2026, capaian pengadaan lahan secara keseluruhan sudah menembus di atas 76 persen.

Meski demikian, percepatan belum merata karena masih ada kendala di sejumlah titik.

Terutama di wilayah Kabupaten Nganjuk yang hingga kini menjadi penyumbang terbesar sisa lahan belum bebas.

Untuk diketahui, kebutuhan lahan tol Keker mencapai 2.728 bidang dengan luas 2.288.163 meter persegi.

Adapun estimasi nilai sekitar Rp 2,6 triliun. Realisasi pembebasan melalui uang ganti kerugian (UGK) dan fasilitas umum hingga 9 April 2026 tercatat 2.064 bidang atau 76,22 persen.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Tol Kediri-Kertosono Tersendat, Total Baru Capai 71 Persen, Targetkan Lelang Pertengahan Tahun

“Luasan yang sudah dibebaskan sekitar 1.645.820 m2 atau 71,90 persen,” jelas Kabid Infrastruktur Bappeda Kabupaten Kediri Imam Malik.

Sementara itu, untuk realisasi pembayaran yang sudah dilakukan sebesar Rp 1,9 triliun. Atau masih 74,87 persen.

Laki-laki yang akrab disapa Malik itu mengatakan, perkembangan signifikan terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Seluruh bidang lahan di daerah tersebut dipastikan telah rampung dibebaskan.

Dengan demikian, tidak ada lagi kendala pengadaan lahan di sisi Kediri. Sisa pekerjaan sepenuhnya berada di wilayah Kabupaten Nganjuk yang prosesnya masih berjalan bertahap.

“Yang di Kediri sudah 100 persen. Tinggal yang di Nganjuk,” ucap Malik.

Dia mengatakan, lambatnya progres di Nganjuk umumnya dipengaruhi proses negosiasi harga. Dinamika di lapangan membuat pembebasan lahan membutuhkan waktu lebih panjang.

Lantaran ada tarik ulur dengan pemilik tanah. Meski begitu, upaya percepatan terus dilakukan agar target segera tercapai.

Baca Juga: Warga Sudah Bisa Lewati Underpass Bujel, Pembangunan Jalan Tol Akses Bandara Dhoho Terus Bergulir

“Biasanya memang ada tarik ulur harga, jadi butuh waktu,” ujar laki-laki berkacamata itu.

Untuk diketahui, agar bisa dilakukan lelang fisik, pembebasan lahan terdampak tol minimal 80 persen.

Jika progresnya sesuai dengan target diperkirakan pada triwulan kedua 2026 proses lelang bisa dilakukan.

Adapun proses lelang sekitar 40 hari. Jika lancar, bisa langsung berkontrak. Sehingga akhir tahun nanti diperkirakan pembangunan fisik bisa dimulai.

Sementara itu untuk pembangunan Tol Keker diperkirakan memakan waktu dua tahun. “Proses yang lama salah satunya di pembebasan tanah,” tutur Imam.

Seperti diberitakan, jalan bebas hambatan sepanjang 20,7 kilometer itu, terletak di 21 desa di Kabupaten Nganjuk.

Kemudian lima desa di Kabupaten Kediri. Khusus untuk wilayah Kediri, proyek tol menyasar Desa Ngablak, Maron, Banyakan, dan Sendang di Kecamatan Banyakan.

Baca Juga: Warga Sudah Bisa Lewati Underpass Bujel, Pembangunan Jalan Tol Akses Bandara Dhoho Terus Bergulir

Serta Desa Bakalan, Kecamatan Grogol. Adapun di Nganjuk, tanah terdampak tol tersebar di Kecamatan Sukomoro, Tanjunganom, dan Prambon. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#pembebasan tanah #tol kediri kertosono #Bappeda