Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

54 Persen Jemaah Haji Kota Kediri Punya Risiko Kesehatan, Wali Kota Kediri Vinanda Minta Jemaah Jaga Pola Makan

Ayu Ismawati • Senin, 27 April 2026 | 22:22 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memberikan arahan kepada petugas haji daerah usai menghadiri pembekalan kesehatan haji, Senin (27/4). (Foto: Ayu Isma)
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memberikan arahan kepada petugas haji daerah usai menghadiri pembekalan kesehatan haji, Senin (27/4). (Foto: Ayu Isma)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Lebih dari separo calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri harus mewaspadai kondisi kesehatannya. Baik jelang maupun selama pelaksanaan ibadah haji.

Pasalnya, berdasar pemetaan Pemkot Kediri sebanyak 54,86 persen jemaah masuk kategori risiko kesehatan. 

Dinas Kesehatan Kota Kediri menyebut, 54,86 persen atau 154 jemaah masuk kategori risiko kesehatan dengan berbagai tingkatan. Mulai dari risiko rendah, sedang, hingga tinggi atau risiko tinggi (risti). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Hamida mengungkapkan, penyakit terbanyak yang diderita CJH Kota Kediri tahun ini adalah hipertensi dengan persentase 33,10 persen.

Disusul hyperlipidemia atau mengidap kadar lemak tinggi sebanyak 27,46 persen. Serta diabetes melitus sebanyak 17,25 persen. 

Baca Juga: Persiapkan Keberangkatan, Calon Jemaah Haji Kediri Raya Tunggu Koper dan ID Card

“Untuk yang berisiko tinggi nanti biasanya dipakaikan gelang dan tentunya nanti di bawah pengawasan petugas kesehatan di sana,” kata Hamida.

Terkait keberadaan jemaah yang memiliki risiko kesehatan, menurut Hamida pihaknya sudah melakukan antisipasi. Di antaranya dengan memastikan mereka disiplin mengonsumsi obat yang dibutuhkan. 

CJH dengan risiko kesehatan juga diminta harus membawa obat-obatan pribadi masing-masing.

“Bukan berarti di sana nanti lalai terhadap obat-obatannya. Yang sudah dibawa dan biasa dikonsumsi di Tanah Air harus tetap dikonsumsi di sana dengan memperhatikan pola dietnya. Artinya harus tetap dipatuhi apa-apa saja yang tidak boleh dikonsumsi,” papar Hamida.

Baca Juga: Wacana War Tiket Haji Ramai Diperbincangkan, DPRD Jatim Soroti Ancaman Ketidakadilan Antrean Jemaah

Perempuan yang secara definitif menjabat direktur RSUD Kilisuci ini juga menekankan agar CJH memperhatikan asupan air.

Sehingga mereka tidak mengalami dehidrasi selama menjalankan ibadah haji.

“Terutama orang-orang tua. Karena di sana memang ibadahnya fisik, tidak bisa dipungkiri kelelahan itu pasti. Tapi jangan terlalu diforsir, tetap disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” pesannya.

Untuk diketahui, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri pembekalan kesehatan yang diikuti oleh ratusan jemaah.

Vinanda mengatakan, selain ratusan jemaah yang berisiko kesehatannya, ada satu jemaah yang gagal berangkat karena meninggal dunia. Sedangkan dua orang lainnya gagal berangkat karena sakit.

“Jemaah haji yang berangkat tinggal 281 orang,” ungkap Vinanda.

Baca Juga: Menabung Puluhan Tahun, Penjual Jenang Asal Kecamatan Semen Kediri Jadi Jemaah Haji Tertua se-Indonesia

Orang nomor satu di Pemkot Kediri ini menyebut, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual. Melainkan juga perjalanan fisik yang membutuhkan kesiapan lahir batin. 

Karenanya, di depan calon jemaah haji, Vinanda meminta jemaah untuk disiplin.

“Disiplin menjaga kesehatan, menjaga pola makan, dan tentunya harus terus berkoordinasi dengan petugas haji,” pinta Vinanda.

Vinanda menegaskan, di musim haji tahun ini, Pemkot Kediri juga tetap memberi pendampingan kepada CJH. Baik sebelum keberangkatan maupun selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. 

Baca Juga: Ibadah Haji Tak Terdampak Konflik di Timur Tengah, 283 CJH Kota Kediri Dijadwalkan Berangkat Mei

“Nanti yang berangkat ada lima petugas haji. Ada dua dokter, perawat satu, sama Gus Sholeh dan Gus Anang juga Insya Allah akan berangkat untuk mendampingi para jemaah haji,” lanjut alumnus Universitas Brawijaya itu.

Seperti diberitakan, CJH Kota Kediri tahun ini termasuk dalam rombongan akhir yang diterbangkan ke Arab Saudi. 

Masuk dalam gelombang kedua, rombongan Kota Kediri akan berangkat di kelompok terbang (kloter) 115.

CJH rencananya akan diberangkatkan dari GOR Jayabaya pada 20 Mei mendatang, sebelum terbang ke Tanah Suci pada 21 Mei. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#risti #hajatan #pemkot kediri #cjh #dinkes kota kediri