Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perkirakan Butuh Rp 27 Miliar untuk Pengadaan Lahan Flyover Mengkreng di Ruas Kediri, Begini Kebutuhan untuk Tiga Wilayah

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 17 April 2026 | 22:46 WIB
Arus lalu lintas Mengkreng yang padat saat Lebaran. Tiga Kabupaten sedang godok proposal pembiayaan ke pusat. (Foto Wahyu Adji)
Arus lalu lintas Mengkreng yang padat saat Lebaran. Tiga Kabupaten sedang godok proposal pembiayaan ke pusat. (Foto Wahyu Adji)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemkab Kediri terus mengebut persiapan terkait pembangunan flyover Mengkreng.

Berdasar penghitungan terbaru, kebutuhan pengadaan lahan untuk ruas Kediri mencapai Rp 27 miliar.

Jumlah tersebut masih berpotensi membengkak, menyesuaikan kondisi lapangan.

Untuk diketahui, kebutuhan lahan untuk pembangunan flyover Mengkreng mencapai 6.890 meter persegi.

Dengan asumsi harga tanah Rp 4 juta per meter persegi, kebutuhan dana yang dibutuhkan Rp 27 miliar.

Baca Juga: Flyover Mengkreng Kediri Butuh 37 Hektare Lahan, Tiga Pemda Kebut Proposal, ini Tahapannya

Namun, nilai tersebut baru berdasar estimasi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Belum mencerminkan kondisi sebenarnya atau perkembangan harga pasar.

“Perkiraan kami sekitar Rp 4 juta per meter, tapi nanti di lapangan bisa saja Rp 5 juta sampai Rp 6 juta. Kami belum tahu pasti,” ungkap Kabid Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Imam Malik.

Nilai Rp 27 miliar, lanjut Imam, hanya untuk pengadaan lahan saja.

Belum termasuk bangunan yang berdiri di atasnya. Padahal, berdasar survei bappeda, di lahan tersebut banyak berdiri bangunan rumah dan toko milik warga.

Kondisi tersebut juga berpotensi membuat pembengkakan biaya pembebasan tanah. “Di sana banyak rumah, warung, dan toko. Jadi itu (Rp 27 miliar) angka paling minimal,” lanjutnya.

Nilai bangunan umum menurut Malik berkisar antara Rp 2-3 juta per meter persegi.

Jika seluruh komponen dihitung, kebutuhan anggaran pembebasan lahan di Kediri akan lebih tinggi lagi.

Baca Juga: Tiga Bupati Godok Pembangunan Flyover Mengkreng Kediri: Didanai Pusat, Kebutuhan Anggaran Sekitar Rp 700 Miliar

Apalagi, penentuan harga juga dipengaruhi hasil  negosiasi dengan pemilik lahan di lapangan.

Sementara itu, jika kebutuhan lahan untuk proyek flyover di Kediri diperkirakan Rp 27 miliar, untuk semua wilayah terdampak yang mencakup Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang, nilainya sekitar Rp 100 miliar.

“Ini (kebutuhan pengadaaan lahan) masih penghitungan awal yang kami ajukan ke Kementerian PU,” papar Imam.

Penghitungan kebutuhan lahan, menurut Imam sedang diajukan ke masing-masing bupati untuk ditelaah.

Mereka menargetkan seluruh kepala daerah sudah menandatangani dokumen pekan depan.

Selanjutnya, proposal akan diserahkan ke Kementerian PU pada pekan selanjutnya.

Usulan itu akan jadi dasar pengajuan pendanaan proyek flyover Mengkreng.

Malik menegaskan, pembangunan flyover tidak bisa dilakukan secara parsial. Penanganan harus menyeluruh karena titik Mengkreng merupakan simpul kemacetan kompleks.

Mulai dari perlintasan sebidang, simpang jalan, hingga akses menuju Kertosono.

Bahkan, ada kemungkinan untuk arah Nganjuk nanti konstruksi bangunan diperpanjang hingga melintasi sungai.

Baca Juga: Bupati Kediri Dhito Beri Bocoran Rencana Pembangunan Flyover di Mengkreng usai Rapat Bersama Kang Marhaen dan Abah Warsubi

Sehingga kemacetan tidak hanya berpindah titik. "Karena kalau nggak sekalian di buang, di situ kan ada lampu merah dan jembatan, jadi bisa macet di situ," tandasnya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#ngablak #kediri #flyover #Mengkreng #jombang