Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Disdik Pastikan SPMB Kota Kediri Berjalan Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi, Mbak Wali: Tidak Boleh Ada Praktik Pungli dan Titip-titipan

Ayu Ismawati • Jumat, 17 April 2026 | 15:21 WIB
HARUS TRANSPARAN DAN AKUNTABEL: Wali Kota Vinanda Prameswati menandatangani deklarasi SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi di Dinas Pendidikan Kota Kediri, disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Mandung Sulaksono dan sejumlah pejabat.
HARUS TRANSPARAN DAN AKUNTABEL: Wali Kota Vinanda Prameswati menandatangani deklarasi SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi di Dinas Pendidikan Kota Kediri, disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Mandung Sulaksono dan sejumlah pejabat.

Dinas Pendidikan Kota Kediri bertekad mewujudkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 yang semakin baik lagi. Sesuai instruksi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, pendaftaran siswa baru yang dimulai awal Mei nanti akan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Jelang tahapan SPMB Mei nanti, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri menggelar sosialisasi kemarin. Di depan para kepala TK/SD/SMP di Kota Kediri, Wali Kota Vinanda Prameswati meminta para kepala sekolah mempelajari juknis SPMB terbaru. Selanjutnya, mereka diharapkan bisa memberi penjelasan kepada orang tua siswa.

Di depan para kepala sekolah yang menjadi ujung tombak SPMB di lapangan, orang nomor satu di Pemkot Kediri ini meminta agar seluruh stakeholder menyelenggarakan pendaftaran siswa baru secara transparan dan akuntabel. “Tidak boleh ada praktik yang menyimpang. Baik itu pungli atau titip-titipan. Juga tidak ada intervensi dari pihak lain,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu.

Baca Juga: Program TPPKT Ubah Kampung Cupang Jadi Cantik dan Bersih, Mbak Wali Entaskan Kawasan Kumuh di Kelurahan Ketami

Untuk diketahui, seperti tahun lalu, di SPMB 2026 ini akan kembali ada empat jalur pendaftaran. Yaitu, jalur afirmasi, prestasi, domisili, dan mutasi orang tua. Mbak Wali berharap pelaksanaan pendaftaran di empat jalur itu benar-benar dilaksanakan secara objektif, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.

“Saya tekankan agar SPMB dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip keadilan dan pemerataan pendidikan. Agar anak-anak punya hak yang sama untuk mendapat pendidikan berkualitas,” terangnya.

PENDIDIKAN TERBAIK: Wali Kota Vinanda Prameswati (10 dari kanan), Pj Sekda Endang Kartika Sari (9 dari kanan), Kadisdik Mandung Sulaksono (8 dari kanan) bersama para pejabat berkomitmen mewujudkan SPMB yang lebih baik lagi di tahun ajaran 2026/2027 ini.
PENDIDIKAN TERBAIK: Wali Kota Vinanda Prameswati (10 dari kanan), Pj Sekda Endang Kartika Sari (9 dari kanan), Kadisdik Mandung Sulaksono (8 dari kanan) bersama para pejabat berkomitmen mewujudkan SPMB yang lebih baik lagi di tahun ajaran 2026/2027 ini.

Anak-Anak Kota Kediri, tutur Mbak Wali, memiliki hak yang sama untuk mendapat rasa aman di sekolah. Karenanya, tidak boleh ada lagi praktik bullying atau status murid idola. “Semua punya hak yang sama untuk mendapat ilmu,” tegasnya.

Hal yang sama, papar orang nomor satu di Pemkot Kediri itu, juga berlaku untuk para guru. Dengan berbagai sarpras yang sudah digelontor oleh Pemkot Kediri, menurutnya para guru juga punya hak yang sama untuk meng-upgrade kompetensi dan pengetahuan. Sehingga, semua bisa menjadi guru idola anak-anak karena bisa mengajar dengan cara yang menyenangkan.

Baca Juga: Tambah Kuota di Jalur Domisili Khusus SPMB SD-SMP Kota Kediri 2026, Wali Kota Vinanda Tegaskan Tak Boleh Ada Kecurangan

Senada dengan Mbak Wali, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono menyebut, Dinas Pendidikan Kota Kediri sudah berkomitmen untuk menyelenggarakan SPMB yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. “Pelaksanaan SPMB 2026 diharapkan bisa lebih baik dan lebih sempurna. Kami berupaya meminimalkan aduan dari masyarakat karena sudah komitmen bagaimana pendidikan bisa diakses secara berkeadilan,” ungkap Mandung. 

SOSIALISASI: Wali Kota Vinanda Prameswati menyapa para kepala sekolah yang kemarin mengikuti sosialisasi SPMB di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri
SOSIALISASI: Wali Kota Vinanda Prameswati menyapa para kepala sekolah yang kemarin mengikuti sosialisasi SPMB di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri

Semua Anak Kota Kediri Harus Melanjutkan Sekolah

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Vinanda Prameswati, akses masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi menjadi perhatian utama. Karenanya, di SPMB 2026 ini Dinas Pendidikan Kota Kediri memastikan seluruh sekolah bisa menampung lulusan TK dan SD di KOta Kediri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, kuota SMP negeri 1-9 sebanyak 3.168 siswa. Sedangkan kuota SMP swasta sebanyak 2.080 siswa.

 Selanjutnya, kuota MTsN ada 1.136 siswa dan MTs swasta 842 siswa. “Jumlah lulusan SD dan MI ada sekitar lima ribu anak. Dengan daya tampung sekitar tujuh ribu, dipastikan semua anak Kota Kediri tertampung di sekolah. Tidak boleh ada alasan tidak melanjutkan sekolah,” ungkap Mandung.

Lebih jauh Mandung memastikan, saat ini kualitas pendidikan di Kota Kediri sudah merata. Baik itu jenjang SD maupun SMP. “Tidak ada lagi sekolah berlabel favorit. Semuanya sekolah favorit. Kualitas dan sarprasnya sama-sama bagusnya,” terang Mandung.

Mandung juga memerintahkan agar para guru juga meningkatkan kompetensinya. Serta berusaha mendekatkan diri kepada anak-anak dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

“Semua guru harus jadi favorit dan idola anak-anak. Dengan komitmen itu, target Mbak Wali untuk mewujudkan pendidikan yang merata, berkeadilan, dan berkualitas akan terwujud,” tandasnya. (ais/ut/*)

Editor : Shinta Nurma Ababil
#wali kota kediri #spmb #wali kota kediri vinanda prameswati #SPMB 2026 #Mbak Wali