Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Program TPPKT Ubah Kampung Cupang Jadi Cantik dan Bersih, Mbak Wali Entaskan Kawasan Kumuh di Kelurahan Ketami

Ayu Ismawati • Jumat, 17 April 2026 | 15:10 WIB
IKON BARU: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengecek denah kawasan kumuh di Kelurahan Ketami, Pesantren yang kini dipermak jadi kawasan bersih dan cantik lewat program TPPKT kolaborasi Pusat dan daerah.
IKON BARU: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengecek denah kawasan kumuh di Kelurahan Ketami, Pesantren yang kini dipermak jadi kawasan bersih dan cantik lewat program TPPKT kolaborasi Pusat dan daerah.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Mengolaborasikan program Pusat dan daerah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati fokus memermak kawasan kumuh menjadi kawasan yang cantik dan bersih. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Kediri, transformasi kawasan tersebut diharapkan tidak hanya jadi jujukan pariwisata. Melainkan juga meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ada sejumlah program yang diwujudkan lewat pengentasan kawasan kumuh tersebut. Mulai dari pembangunan rumah tidak layak huni, pembangunan jalan dan pelebaran jalan, pembangunan jaringan air bersih. Kemudian, penataan persampahan, pemasangan lampu-lampu, pembangunan drainase, hingga beautifikasi dengan membangun sejumlah tugu dan pengecatan mural di tembok dengan ikon ikan cupang.

“Ini (pengentasan kawasan kumuh di Kelurahan Ketami) bukti kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, Pemerintah Pusat, dan masyarakat,” kata Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati didampingi Kepala Dinas Perkim Kota Kediri M. Anang Kurniawan dan sejumlah pejabat.

Vinanda mengatakan, pengentasan kawasan kumuh di Ketami menggunakan anggaran Pusat, daerah, dan partisipasi masyarakat. Dia mencontohkan program pelebaran jalan di sana. Jalan yang semula sempit dan berwujud tanah, kini sudah dipaving dan diperlebar.

Baca Juga: Mbak Wali Salurkan Bantuan Beras untuk Empat Ribu KPM, Warga Bisa Cairkan di 46 ATM Kelurahan Mulai Kamis Besok

Demi mewujudkan hal tersebut, masyarakat bersedia menghibahkan sebagian tanah mereka. Sebagai gantinya, pemkot membuat sertifikat tanah secara gratis. “Pemkot juga mendapat SHP (sertifikat hak pakai) aset jalan,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu.

Selebihnya, pengentasan kawasan kumuh dilakukan dengan membangun rumah tidak layak huni di sana. Total ada 20 unit rumah warga di sana yang dibangun. Sebanyak 12 rumah di antaranya dibangun secara total dengan anggaran masing-masing Rp 50 juta. Delapan unit lainnya mendapat bantuan renovasi dengan anggaran masing-masing Rp 20 juta.

Mengecek kondisi kawasan yang kini bersih dan cantik, orang nomor satu di Pemkot Kediri itu mengapresiasi kinerja dinas perkim dalam menata kawasan. Tidak hanya jalan yang kini semakin lebar. Melainkan di sana juga dibangun drainase untuk mencegah banjir. “Masyarakat sudah terbebas dari banjir. Kawasan juga semakin bersih,” lanjutnya.

BEBAS BANJIR: Dari kiri, Kepala Dinas Perkim M. Anang Kurniawan, Wali Kota Vinanda Prameswati, Pj Sekda Endang Kartika Sari dan sejumlah pejabat saat mengecek kawasan di Kelurahan Ketami yang dibangun drainase dan dipercantik dengan program beautifikasi.
BEBAS BANJIR: Dari kiri, Kepala Dinas Perkim M. Anang Kurniawan, Wali Kota Vinanda Prameswati, Pj Sekda Endang Kartika Sari dan sejumlah pejabat saat mengecek kawasan di Kelurahan Ketami yang dibangun drainase dan dipercantik dengan program beautifikasi.

Melihat ada banyak lampu dengan ikon ikan cupang, Vinanda menyebut transformasi kawasan itu diharapkan memperkuat identitas Kelurahan Ketami sebagai sentra ikan cupang. “Semoga ini bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang datang untuk membeli ijak cupang dan menjadi destinasi wisata. Ekonomi masyarakat juga meningkat,” paparnya.

Baca Juga: Jelang Libur Lebaran, Mbak Wali Minta ASN Tetap Maksimalkan Pelayanan dengan Jaga Profesionalitas dan Integritas

Kepala Dinas Perkim M. Anang Kurniawan yang mendampingi Vinanda mengecek lokasi menambahkan, pengentasan kawasan kumuh di Kelurahan Ketami menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPPKT) 2025. “Sinergi anggaran Pusat dan anggaran daerah,” kata Anang.   

Sesuai instruksi Mbak Wali, menurut Anang pembangunan kawasan kumuh di Kelurahan Ketami tidak hanya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat saja. Melainkan juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mengangkat potensi sentra ikan cupang di sana. “Sekarang kawasannya menjadi bersih, cantik, dan diharapkan berdampak pada ekonomi masyarakat,” terangnya sembari menyebut anggaran yang digelontor total mencapai Rp 5,3 miliar itu. 

KAWASAN CANTIK: Wali Kota Vinanda Prameswati dan rombongan mengecek salah satu kawasan dengan paving dan dinding bermural yang kini bersih dan memikat.
KAWASAN CANTIK: Wali Kota Vinanda Prameswati dan rombongan mengecek salah satu kawasan dengan paving dan dinding bermural yang kini bersih dan memikat.

Tahun Ini Giliran Kelurahan Kampungdalem

Sukses mengentaskan kawasan kumuh di Kelurahan Ketami 2025 lalu, Dinas Perkim Kota Kediri menyasar kawasan tidak layak lainnya di Kota Kediri. Tahun ini giliran Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri.

Fokus penataan kampung kumuh di Kelurahan Kampungdalem menurut Kepala Dinas Perkim Kota Kediri M. Anang Kurniawan hampir sama dengan Kelurahan Ketami. Kebetulan di kawasan tersebut ada makam Sunan Geseng. “Kawasannya akan ditata dan dioptimalkan untuk menonjolkan ikon wisata religi di Kota Kediri,” ungkapnya.

Pengentasan kawasan kumuh, tutur Anang, tidak dilakukan sendiri oleh dinas perkim. Melainkan oleh Kelompok Kerja (Pokja) PKP. Selain dinas perkim juga ada badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda), dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), dinas lingkungan hidup kebersihan dan pertamanan (DLHKP), serta beberapa OPD lainnya.

Jika pengentasan kawasan kumuh di Kelurahan Ketami mengolaborasikan anggaran Pusat dan daerah, untuk di Kelurahan Kampungdalem akan menggunakan APBD murni. “Untuk pengentasan kawasan kumuh di Kampungdalem akan dimulai pertengahan tahun ini,” urainya.

Sesuai hasil pemetaan bersama Mbak Wali, menurut Anang tahun 2027 nanti juga akan kembali dilakukan pengentasan kawasan kumuh. “Tahun depan nanti di Kelurahan Ngronggo dan Semampir. Secara bertahap semua kawasan kumuh akan dientaskan agar jadi kawasan hunian yang layak,” tandasnya. 

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kawasan #kediri #wali kota kediri vinanda prameswati #program #kota kediri